Ratusan Siswa di Kediri Mengeluh Mual dan Muntah, Diduga Keracunan MBG

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Dugaan kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ratusan siswa di Kecamatan Kras dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, mulai dari sakit perut, mual, hingga muntah, setelah menerima menu MBG.

Kepala SMP Negeri 1 Kras, Soedjito, membenarkan adanya peningkatan jumlah siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit. Menurutnya, pada Jumat (25/7) tercatat sebanyak 117 siswa mengajukan izin sakit.

“Hari ini sekitar 20 siswa juga datang ke UKS dengan keluhan sakit. Namun kami belum dapat memastikan penyebabnya, apakah berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lain seperti kondisi cuaca,” ujar Soedjito saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (27/7).

Salah seorang siswa kelas VIII SMPN 1 Kras berinisial AI, warga Desa Purwodadi, mengaku mulai merasakan pusing dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (24/7).

“Saya muntah dan pusing setelah makan. Besoknya saya izin tidak masuk sekolah. Menunya waktu itu telur dan sayur. Sekarang kondisinya sudah membaik,” tuturnya.

Keluhan serupa juga dilaporkan terjadi di SD Negeri Purwodadi 1. Kepala sekolah, Sutinah, mengatakan sedikitnya enam siswa mengalami gejala yang hampir sama.

“Pada Jumat dan Sabtu ada dua siswa kelas 1 yang tidak masuk karena mual dan muntah. Bahkan satu guru juga mengeluhkan mual,” katanya.

Meski demikian, Sutinah menegaskan pihak sekolah belum dapat menyimpulkan penyebab pasti munculnya keluhan tersebut. Informasi yang diterima sekolah berasal dari laporan para orang tua siswa.

Adapun menu MBG yang dibagikan pada Kamis terdiri atas opor telur, tumis buncis dan wortel, serta anggur muscat.

Hingga berita ini ditulis, penyebab keluhan yang dialami para siswa masih dalam proses penelusuran. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri selaku pengawas pelaksanaan program MBG telah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.

“Ya, kami sedang dalam perjalanan untuk melakukan pemeriksaan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Wibisana Anwar.

Pihak berwenang masih mengumpulkan data dan melakukan investigasi guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan