KEDIRI – Sidak DPRD Kota Kediri ke RSUD Gambiran untuk melihat langsung penanganan puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) justru berujung ketegangan.
Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, sempat diminta keluar dari ruang IGD oleh oknum karyawan rumah sakit. Sudjono pun langsung menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk menjenguk pasien, melainkan menjalankan tugas kelembagaan DPRD.
“Saya ini anggota dewan kesini bukan mau jenguk namun sidak kelembagaan sebagai DPRD. Suruh Direktur RSUD Gambiran kesini, kalau kamu tidak percaya. Ini saya juga ajak wartawan buat saksikan tugas dan tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat,” tegas Sudjono.
Ketegangan itu terjadi ketika Sudjono berada di ruang IGD untuk memastikan kondisi para siswa yang tengah mendapatkan penanganan medis.
Saat itu, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., bersama Humas RSUD Gambiran Nitrasari juga berada di ruangan tersebut untuk memantau penanganan para siswa.
Karyawan yang sebelumnya meminta Sudjono keluar kemudian meninggalkan ruangan. Tidak lama berselang, Direktur RSUD Gambiran dr. Aditya Bagus Djatmiko datang menemui pimpinan DPRD tersebut.
Sudjono menyampaikan keberatannya kepada direktur. Ia bahkan meminta agar karyawan tersebut dipindahtugaskan karena menilai tindakan yang dilakukan tidak profesional.
Namun, Direktur RSUD Gambiran menjelaskan bahwa karyawan tersebut merupakan pegawai baru dan kemungkinan belum mengetahui posisi Sudjono sebagai pimpinan DPRD.
“Maaf, bapak itu karyawan baru mungkin belum tahu jika bapak adalah pimpinan dewan. Segera kami lakukan pembinaan,” ujar dr. Aditya.
Humas RSUD Gambiran Nitrasari juga menyampaikan permintaan maaf kepada Sudjono dan Agung Purnomo, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, yang turut mengikuti sidak.
DPRD Soroti Kondisi Ruang Rawat Siswa
Tak hanya persoalan tersebut, rombongan DPRD Kota Kediri juga menyoroti kondisi fasilitas rumah sakit ketika melihat langsung ruang perawatan sejumlah siswa.
Sudjono meminta agar puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan mendapat penanganan secara prioritas.
Sementara itu, Agung Purnomo menyoroti kondisi pendingin ruangan atau AC di ruang rawat inap lantai tiga. Saat melakukan pengecekan, AC disebut tidak menyala dan ruangan hanya menggunakan kipas angin.
“Ini kenapa AC-nya tidak menyala? Semua tidak dinyalakan hanya kipas angin saja. Jika rusak harusnya segera diperbaiki. Apa selama ini tidak pernah diawasi untuk segera dilakukan perbaikan?” kata Agung.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas, termasuk memastikan fasilitas penunjang pasien dapat berfungsi dengan baik.
DPRD Akan Panggil Pihak RSUD Gambiran

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Sudjono meminta manajemen RSUD Gambiran melakukan pembenahan terhadap pelayanan dan fasilitas.
Ia juga meminta warga Kota Kediri yang menemukan kendala dalam pelayanan di RSUD Gambiran untuk menyampaikannya kepada DPRD.
“Tolong pelayanan dan fasilitas di RSUD Gambiran diperbaiki secara maksimal. Jika kami tidak ke sini, mungkin tidak ada perbaikan,” ujar Sudjono.
DPRD Kota Kediri selanjutnya berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas kasus puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan tersebut.
RDP dijadwalkan berlangsung pada Selasa dengan menghadirkan pihak RSUD Gambiran dan pihak terkait lainnya.
“Besok Selasa kita akan gelar RDP terkait kasus keracunan ini, pihak Gambiran juga kami hadirkan,” imbuh Sudjono, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri.
jurnalis : Nanang Priyo Basuki



