KEDIRI – Dugaan penyebab ratusan siswa di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, mengalami mual, muntah, sakit perut, hingga pusing usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diusut. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Satgas MBG melakukan inspeksi ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Purwodadi, Senin (27/7).
Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri penyebab keluhan kesehatan yang dialami puluhan hingga ratusan pelajar dari sejumlah sekolah setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Kamis (23/7). Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam tahap investigasi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ika Tjandra Kusuma, mengatakan hasil pemeriksaan lapangan belum dapat diumumkan karena masih dalam proses evaluasi.
“Nanti hasil investigasi di lapangan kami laporkan ke Pak Kadinkes dulu. Selanjutnya akan disampaikan melalui Satgas satu pintu,” ujarnya usai inspeksi di dapur SPPG Purwodadi.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Chotib belum memberikan keterangan resmi. Dari keterangan salah satu staf di Kantor Dinkes, didapat penjelasan jika berada di luar kota. Selain itu, pihak Dinkes juga belum menyimpulkan apakah keluhan para siswa berkaitan langsung dengan makanan yang disajikan dalam program MBG.
Seluruh hasil pemeriksaan, mulai dari proses pengolahan makanan, distribusi, hingga aspek kesehatan lainnya, akan dirangkum sebelum diumumkan secara resmi oleh Satgas MBG Kabupaten Kediri.
Di sisi lain, pihak SPPG Purwodadi Kras yang berada di bawah Yayasan Yudha Bakti Sejahtera juga belum memberikan penjelasan. Saat dikonfirmasi, seorang staf yang mengaku sebagai petugas keamanan menyatakan seluruh informasi akan disampaikan oleh Satgas.
Sebelumnya, dugaan keracunan mencuat setelah ratusan siswa di Kecamatan Kras mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG berupa opor telur, tumis buncis dan wortel, serta anggur muscat.
Di SMP Negeri 1 Kras, sedikitnya 117 siswa tercatat tidak masuk sekolah karena sakit pada Jumat (24/7). Selain itu, sejumlah siswa lainnya mendatangi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan keluhan mual, muntah, dan sakit perut.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di SD Negeri Purwodadi 1. Sebanyak enam siswa dan seorang guru dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah menerima menu MBG.
Pemerintah Kabupaten Kediri masih menunggu hasil investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab insiden tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri HM Solihin yang juga menjabat Koordinator Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG menegaskan pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan apabila hasil investigasi membuktikan sumber persoalan berasal dari menu MBG.
“Jika memang terbukti berasal dari MBG, terancam akan kami suspend. Saat ini kami masih menunggu laporan hasil investigasi Dinkes yang sedang bekerja di lapangan. Kami tidak akan tebang pilih,” tegas Solihin.
Ia menambahkan, keputusan penutupan sementara akan diambil berdasarkan hasil investigasi resmi, sehingga seluruh proses dilakukan secara objektif sebelum pemerintah menetapkan langkah lanjutan.
jurnalis : Sigit Cahya Setywan – Anisa Fadila – Nanang Priyo Basuki


