69 Siswa di Kota Kediri Keracunan Bakteri, Dapur SPPG Tempurejo Ditutup

Bagikan Berita :

KEDIRI — Puluhan siswa sekolah dasar di Kota Kediri dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 69 siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1 mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, hingga demam, pada Rabu (22/4).

Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG dengan melibatkan lintas sektor untuk menangani kejadian tersebut sekaligus memastikan layanan program tetap berjalan.

Kepala Bappeda Kota Kediri yang juga Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, M. Ferry Djatmiko, menyatakan bahwa laporan dari pihak sekolah langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan dengan pengambilan sampel makanan.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke SPPG Tempurejo,” jelas Ferry, Jumat (24/4).

Meski demikian, Ferry memastikan kondisi seluruh siswa telah membaik dan tidak ada yang menjalani perawatan inap. Puskesmas setempat juga disebut aktif melakukan pemantauan kesehatan terhadap para siswa terdampak.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Kediri berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

“Kami akan memperketat standar operasional prosedur, terutama pada aspek monitoring dan evaluasi, karena ditemukan indikasi pelanggaran,” tegas Ferry.

Temuan serupa disampaikan Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra. Hasil investigasi internal menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam proses pengolahan makanan.

“Pelanggaran terjadi pada tahapan waktu pengolahan yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, uji organoleptik tidak dilakukan secara lengkap di setiap tahap,” jelasnya.

Padahal, pengujian tersebut seharusnya dilakukan dalam tiga fase, yakni setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, dan saat makanan diterima. Namun, dalam praktiknya ditemukan ada tahapan yang terlewat.

Akibat temuan tersebut, operasional SPPG Tempurejo dihentikan sementara. Distribusi makanan untuk siswa kini dialihkan ke dapur MBG lain guna memastikan layanan tetap berlangsung.

Di sisi lain, aparat kepolisian turut melakukan penyelidikan. Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata menyebut pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.

“Fokus kami saat ini memastikan kondisi kesehatan para siswa. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, tentu akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Satgas MBG Kota Kediri menegaskan, insiden ini menjadi bahan evaluasi serius untuk memperkuat pengawasan ke depan. Masyarakat diminta tetap tenang karena penanganan telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Bagikan Berita :