Trauma Usai Dugaan Keracunan MBG, Siswa SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri Pilih Bawa Bekal

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Aktivitas belajar mengajar di SDN Kampungdalem 3, Kota Kediri, tetap berjalan normal pada Jumat (18/9), sehari setelah sejumlah siswa mengalami kondisi yang diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo.

Meski pembelajaran tetap berlangsung, sekolah meningkatkan pemantauan terhadap kondisi siswa. Pihak sekolah juga terus berkomunikasi dengan orang tua, baik siswa yang mengalami keluhan maupun mereka yang tidak terdampak.

Untuk sementara, siswa tidak menerima makanan MBG dan diarahkan membawa bekal dari rumah.

Kepala SDN Kampungdalem 3, Hertanto Riyanto, mengatakan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh murid telah dilakukan pada Kamis (17/9). Hingga Jumat, sekolah masih menunggu informasi mengenai rencana kedatangan tim psikologi untuk membantu menangani kondisi psikologis siswa pascakejadian.

“ Kami dari pihak sekolah selalu melakukan koordinasi dengan wali murid baik yang terdampak dan tidak terkait kondisi anaknya, karena untuk hal ini biasanya bereaksi 1 x 24 jam,” ujar Hertanto.

Menurut dia, komunikasi dengan wali murid dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya keluhan setelah siswa berada di rumah. Orang tua diminta segera membawa anak ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala seperti demam atau muntah.

Sekolah juga berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam proses pemeriksaan dan pengawasan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Harapanya program ini bisa lebih teliti lagi untuk di cek dan kualitas nya agar tidak kejadian serupa sehingga merugikan pihak lain,” katanya.

Sementara itu, Wali Kelas 6 SDN Kampungdalem 3, Eni Sulistyawati, mengatakan siswa yang tidak mengalami keluhan tetap mengikuti kegiatan pembelajaran. Namun, kejadian tersebut membuat sejumlah siswa menjadi lebih berhati-hati terhadap makanan MBG.

Eni mengaku menemukan kondisi ayam yang menurutnya bermasalah saat membuka paket makanan miliknya. Padahal, sebelumnya pihak penanggung jawab atau PIC telah melakukan pengecekan dan menyatakan makanan tersebut aman.

Sebagai langkah sementara, siswa diminta membawa makanan dari rumah.

“Untuk hari ini anak-anak diarahkan membawa bekal,” kata Eni.

Kekhawatiran juga dirasakan siswa yang melihat langsung kondisi teman-temannya. Govinda, siswa kelas 6 SDN Kampungdalem 3, mengatakan terdapat lima temannya yang mengalami kondisi yang diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG.

“Takut banget kalau makan MBG, nanti kalau dapat enggak mau makan lagi, hari ini bawa bekal dari rumah,” ujarnya.

Di tengah proses pemantauan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Sekolah masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penyaluran MBG, sedangkan untuk sementara para siswa menjalani pembelajaran dengan membawa bekal dari rumah.

 

jurnalis : Anisa Fadila