KEDIRI – Setiap perjalanan besar kerap lahir dari jalan yang tak pernah direncanakan. Impian menjadi dokter memang tak pernah terwujud bagi Misbahul Ibad, M.Pd., namun takdir justru membawanya menjadi sosok yang setiap hari “mengobati” masa depan melalui dunia pendidikan.
Kini, sejak resmi menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Grogol pada 1 April 2026, Misbahul Ibad membawa semangat baru untuk mengantarkan sekolah tersebut menuju kualitas pendidikan yang semakin unggul. Dengan bekal hampir dua dekade pengalaman sebagai pendidik dan pemimpin sekolah, ia datang membawa visi yang sederhana namun berdampak besar: menciptakan sekolah yang nyaman, berprestasi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebelum memimpin SMAN 1 Grogol, Misbahul Ibad dipercaya menjadi Kepala SMAN 1 Purwoasri selama kurang lebih dua setengah tahun. Kariernya di dunia pendidikan dimulai pada 2006 sebagai guru Matematika sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMAN 3 Kediri.
Lulusan S1 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang dan S2 Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu mengaku dunia pendidikan menjadi pilihan hidup yang memberinya kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
“Saya melihat dunia pendidikan memberikan kesempatan yang sangat besar untuk memberi manfaat kepada orang lain. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik. Itulah yang membuat saya tetap bersemangat mengabdikan diri di dunia pendidikan,” ujar Misbahul Ibad.
Dalam kepemimpinannya, ia menetapkan tiga prioritas utama sebagai arah pengembangan SMAN 1 Grogol.
Prioritas pertama adalah membangun lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, nyaman, sekaligus bebas dari praktik perundungan. Menurutnya, suasana belajar yang kondusif menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya prestasi dan karakter peserta didik.
Fokus berikutnya adalah meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik. Pembinaan yang lebih terarah akan terus diperkuat agar semakin banyak siswa mampu berprestasi di berbagai ajang sekaligus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.
Sementara itu, peningkatan kualitas pembelajaran menjadi target ketiga. Ia menilai guru tidak lagi cukup berperan sebagai penyampai materi, melainkan harus menjadi inspirator, motivator, sekaligus teladan bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.
SMAN 1 Grogol sendiri merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri yang telah berdiri sejak 1984. Saat ini sekolah tersebut menaungi sekitar 1.200 peserta didik yang terbagi dalam 34 rombongan belajar, terdiri atas 12 kelas X serta masing-masing 11 kelas XI dan XII. Proses pendidikan didukung oleh 70 guru dan 16 tenaga kependidikan.
Untuk mengembangkan potensi peserta didik, sekolah juga menghadirkan Program Kelas Unggulan yang memberikan pendalaman materi di luar jam pelajaran, kunjungan ke berbagai perguruan tinggi, penguatan karakter, hingga pembinaan akademik secara intensif.
Tak hanya unggul dalam pembelajaran, SMAN 1 Grogol juga konsisten menjaga komitmennya sebagai sekolah berpredikat Adiwiyata Mandiri. Berbagai fasilitas penunjang, mulai dari gedung olahraga, laboratorium, hingga hutan sekolah, dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Prestasi siswa pun terus menunjukkan tren positif. Pada tahun ini, lima siswa berhasil melaju ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi di bidang Informatika, Geografi, Geologi, dan Ekonomi. Selain itu, tiga siswa lainnya sukses melangkah ke Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi setelah meraih juara di tingkat kabupaten.
Pembentukan karakter juga menjadi perhatian serius. Berbagai pembiasaan positif terus diterapkan, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi, doa bersama sesuai agama masing-masing, hingga program Jumat Sehat, Jumat Literasi, dan Jumat Bersih. Penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah pun dibatasi dan hanya diperkenankan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Bagi Misbahul Ibad, kepemimpinan bukan sekadar soal memberi instruksi, melainkan menghadirkan teladan yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah menuju tujuan bersama.
“Prinsip saya sebagai kepala sekolah adalah memimpin dengan memberi teladan. Seorang pemimpin harus mampu menggerakkan seluruh warga sekolah agar bersama-sama mewujudkan visi dan misi sekolah,” tuturnya.
Dengan fondasi budaya sekolah yang telah terbangun selama puluhan tahun, dipadukan semangat kepemimpinan baru yang berorientasi pada mutu pendidikan, SMAN 1 Grogol optimistis terus melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, peduli lingkungan, serta memiliki daya saing untuk menghadapi tantangan masa depan.
jurnalis : Navima Aulya Sava



