KEDIRI – Di tengah derasnya arus modernisasi, koperasi kembali diingatkan pada jati dirinya sebagai rumah bersama yang menghidupkan harapan. Bukan sekadar tempat menyimpan atau meminjam uang, koperasi kini didorong menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan yang mampu menggerakkan usaha kecil hingga membuka jalan bagi generasi muda untuk ikut membangun masa depan.
Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 yang digelar di halaman Kampus Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Rabu (15/7). Pemerintah Kota Kediri menjadikan momentum tersebut bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai ajang memperkuat peran koperasi sekaligus menyiapkan regenerasi pengurus melalui keterlibatan mahasiswa dan pelajar.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Menurutnya, koperasi mampu menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperoleh akses permodalan, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga memperkuat daya saing.
“Koperasi adalah penggerak ekonomi rakyat. Koperasi menjadi jembatan bagi pelaku usaha kecil untuk memperoleh akses permodalan, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing,” ujar Vinanda.
Ia menambahkan, koperasi juga menjadi ruang yang dibangun atas dasar kepercayaan, kebersamaan, dan semangat tumbuh bersama. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri terus melakukan penataan kelembagaan agar koperasi semakin sehat, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
Menurut Vinanda, kolaborasi antara koperasi, pelaku UMKM, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Ketika koperasi, UMKM, dan pemerintah mampu bersinergi, maka kesempatan masyarakat untuk berkembang akan semakin besar,” katanya.
Tak hanya memperkuat kelembagaan, Vinanda juga menyoroti pentingnya regenerasi pengurus koperasi. Ia mengajak generasi muda untuk mulai terlibat dalam gerakan koperasi modern yang memanfaatkan teknologi, dikelola secara profesional, dan mampu melahirkan inovasi usaha.
Semangat regenerasi itu mulai diwujudkan Pemerintah Kota Kediri melalui pelibatan mahasiswa dalam peringatan Hari Koperasi tahun ini. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjawab minimnya regenerasi pengurus koperasi.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya regenerasi kepengurusan koperasi,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah masih terus mengawal penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Meski sejumlah gerai telah beroperasi, pengelolaannya hingga kini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Menurut Eko, sementara menunggu regulasi tersebut, pemerintah daerah mendorong koperasi memaksimalkan aktivitas yang sudah berjalan, termasuk penghimpunan modal dari anggota.
Pemerintah juga masih menantikan kepastian konsep operasional gerai KKMP, termasuk peluang agar produk-produk UMKM lokal dapat dipasarkan di gerai yang saat ini dikelola PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kondisi serupa masih dirasakan KKMP Ngronggo. Gerai koperasi mulai dimanfaatkan masyarakat karena menawarkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Namun, operasionalnya masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat belum adanya kejelasan mekanisme pengelolaan.
Sekretaris KKMP Ngronggo, Shaifuddin Hariadi, mengatakan minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang paling diminati masyarakat karena dijual dengan harga lebih murah.
“Kalau soal harga, saya akui memang murah, terutama minyak goreng. Masyarakat juga sudah merasakan manfaatnya,” ungkap Shaifuddin.
Meski demikian, ia mengakui produk-produk UMKM lokal belum dapat dipasarkan di gerai koperasi karena mekanisme operasional masih belum ditetapkan. Selain itu, stok komoditas utama seperti minyak goreng dan beras juga belum selalu tersedia.
Di tengah keterbatasan tersebut, pihaknya tetap mengedepankan kualitas pelayanan sebagai modal utama membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
“Pelayanan harus baik karena pelanggan adalah kekuatan utama koperasi,” tegasnya.
Shaifuddin berharap petunjuk teknis operasional segera diterbitkan sehingga gerai KKMP tidak hanya menjadi tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi etalase bagi produk-produk UMKM lokal. Dengan begitu, koperasi diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
jurnalis : Anisa Fadila



