BNN Kota Kediri Bentuk Saka Anti Narkoba, Pramuka Kini Jadi Garda Depan Selamatkan Generasi Muda

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di tengah riuh semangat Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan di Stadion Brawijaya, Jumat (17/7), lahir sebuah ikhtiar baru untuk menjaga masa depan generasi bangsa. Bukan sekadar barisan berseragam cokelat, tetapi hadir sebuah gerakan yang membawa harapan agar remaja tidak kehilangan arah di tengah ancaman narkotika yang terus berubah wajah.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri resmi memperkenalkan Saka Anti Narkoba, sebuah satuan karya rintisan yang menyasar pelajar SMA dan sederajat sebagai ujung tombak pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pembentukan saka tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara BNN dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengenai pembentukan Satuan Karya Anti Narkoba.

Ketua Saka Anti Narkoba Kota Kediri yang juga Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Narkoba BNN Kota Kediri, Miftahul Khoiriyah, mengatakan keberadaan saka ini diarahkan untuk membangun kesadaran sejak dini terhadap bahaya narkotika yang kini semakin kompleks.

“Ini merupakan saka rintisan yang fokus untuk pelajar SMA dan sederajat. Tujuan utamanya adalah pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di Kota Kediri,” ujarnya.

Dalam proses pembinaan, anggota tidak hanya memperoleh materi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga dikenalkan berbagai jenis narkotika melalui replika (dummy). Mereka belajar mengenali perbedaan narkotika alami, sintetis hingga berbagai zat adiktif lain yang kerap disalahgunakan.

Menurut Miftahul, perkembangan modus peredaran narkotika bergerak sangat cepat. Jika dahulu masyarakat hanya mengenal ganja dan sabu, kini narkoba hadir dalam berbagai bentuk baru, termasuk dicampurkan ke dalam cairan rokok elektronik atau liquid vape yang menyasar kalangan muda.

“Kalau dulu ganja dan sabu sudah biasa dikenal. Sekarang bentuknya bermacam-macam, ada yang berupa liquid dan dicampur vape. Perkembangan narkoba sangat cepat dan sasarannya banyak anak muda. Karena itu kami ingin anak-anak lebih waspada terhadap modus-modus terbaru,” jelasnya.

Sebagai bagian dari edukasi, BNN Kota Kediri juga memperkenalkan alat tes urine yang mampu mendeteksi tujuh jenis zat narkotika dalam satu kali pemeriksaan. Pengenalan alat tersebut menjadi media pembelajaran agar para anggota memahami bagaimana penyalahgunaan narkoba dapat dideteksi secara dini.

Ke depan, anggota Saka Anti Narkoba diproyeksikan menjadi penyuluh sekaligus motivator di sekolah masing-masing. Mereka diharapkan mampu menjadi duta antinarkoba yang mengedukasi teman sebaya sekaligus memperkuat budaya hidup sehat tanpa narkoba.

Meski baru dibentuk, antusiasme pelajar cukup tinggi. Sebanyak 50 siswa telah bergabung sebagai angkatan pertama. Ke depan, kegiatan mereka akan dikolaborasikan dengan satuan tugas antinarkoba yang telah terbentuk di sejumlah sekolah di Kota Kediri.

Salah seorang anggota sekaligus Duta Anti Narkoba SMK PGRI 1 Kota Kediri, Muhammad Khannafi Argya Ghara, mengaku terdorong bergabung karena prihatin melihat masih banyak generasi muda yang terjebak penyalahgunaan narkoba, bahkan rela menjadi kurir demi memperoleh uang.

“Kami ingin ikut mengedukasi teman-teman melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya narkoba agar semakin banyak remaja yang tidak mudah terjerumus,” katanya.

Hadirnya Saka Anti Narkoba menandai peran baru Gerakan Pramuka yang tidak lagi identik dengan aktivitas perkemahan semata. Di tengah derasnya ancaman narkotika dengan berbagai modus baru, para anggota pramuka diharapkan tumbuh sebagai pelopor, penyuluh, sekaligus benteng pertama dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan