KEDIRI – Antrean orang tua untuk memasukkan anak ke sekolah favorit memicu Dinas Pendidikan Kota Kediri meningkatkan pengawasan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP hingga berlapis-lapis. Langkah ini bertujuan menutup celah kecurangan yang dulu sering terjadi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menegaskan. Bahwa penerimaan siswa baru 100% gratis dan berbasis sistem digital.
“Semua jalur seleksi dijalankan by system, sehingga peluang manipulasi sangat minim,” katanya, dikonfirmasi Senin (18/05) di ruang kerjanya.
Namun, jalur karakteristik dan prestasi tetap membutuhkan pengawasan ekstra karena melibatkan wawancara, verifikasi, dan penilaian bakat siswa. Untuk itu, Dinas Pendidikan menyiapkan tim pengawas internal di sembilan SMP negeri, memastikan proses seleksi tetap adil dan transparan.
Mandung pun menekankan, seluruh SMP negeri memiliki kualitas setara. Orang tua diingatkan untuk tidak memaksakan anak masuk sekolah favorit agar tidak terjadi penumpukan pendaftar dan risiko putus sekolah.
Selain pengawasan teknis, Disdik juga menyiapkan langkah tegas jika ada pelanggaran: sanksi mulai dari teguran hingga kategori pelanggaran berat, sesuai aturan kepegawaian.
Dengan langkah ini, Kota Kediri menunjukkan bahwa PPDB kini lebih aman, transparan, dan modern, menandai era baru digitalisasi pendidikan yang menekan praktik curang.



