Di Balik Seragam Pramuka, 100 Pemuda Kota Kediri Bersiap Jadi Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di balik balutan seragam cokelat Pramuka, di bawah kepemimpinan Edi Herwiyanto selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kediri. Kini Pramuka menjadi sebuah gerakan nyata dan selalu aktif berada di tengah masyarakat. Mereka selalu menyimpan semangat pengabdian yang tak selalu terlihat.

Mereka bukan hanya belajar tali-temali atau baris-berbaris, tetapi juga mempelajari cara menyelamatkan masa depan melalui edukasi kesehatan. Itulah wajah Saka Bakti Husada (SBH) Kota Kediri, wadah pembinaan generasi muda yang dipersiapkan menjadi pelopor hidup sehat sekaligus mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih berkualitas.

Di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Saka Bakti Husada terus berkembang sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian bagi pelajar SMA hingga mahasiswa, khususnya dari perguruan tinggi kesehatan, meski keanggotaannya juga terbuka bagi peserta dari berbagai disiplin ilmu.

Ketua Saka Bakti Husada Kota Kediri yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P., menjelaskan bahwa keberadaan SBH bukan sekadar organisasi kepramukaan, melainkan sarana memperkenalkan sekaligus mengimplementasikan berbagai program kesehatan kepada masyarakat melalui peran aktif generasi muda.

“Tujuan utamanya adalah memasyarakatkan program-program kesehatan agar semakin dekat dengan masyarakat. Anak-anak muda ini kami bekali pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu menjadi penyambung informasi kesehatan di lingkungannya,” ujarnya.

Saat ini, Saka Bakti Husada Kota Kediri memiliki sekitar 100 anggota yang aktif mengikuti berbagai kegiatan pembinaan. Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui sekolah-sekolah, sehingga setiap pelajar maupun mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap dunia kesehatan dapat bergabung.

Enam Krida, Enam Pilar Pengabdian

Pembinaan di Saka Bakti Husada dibagi dalam enam bidang kecakapan atau krida. Diterangkan dr. Hamida,  yakni Krida Keluarga Sehat, Krida Gizi, Krida Obat, Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Krida Penanggulangan Penyakit, serta Krida Bina Lingkungan Sehat.

Melalui enam krida tersebut, anggota tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan edukasi dan pencegahan penyakit di tengah masyarakat.

Pada Krida Bina Lingkungan Sehat, misalnya, anggota belajar pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) sehingga limbah rumah tangga memiliki nilai manfaat dan tidak sekadar menjadi sampah.

Sementara pada Krida Gizi, perhatian diarahkan pada upaya percepatan penurunan stunting melalui edukasi mengenai pentingnya pemantauan berat badan dan tinggi badan anak secara berkala sebagai indikator tumbuh kembang.

Di Krida Obat, anggota dibekali pemahaman mengenai penggunaan obat yang rasional, mulai dari mengenali golongan obat bebas hingga obat keras yang hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter, termasuk tata cara penyimpanan dan penggunaan obat yang benar.

Sedangkan pada Krida Penanggulangan Penyakit, peserta dikenalkan berbagai metode skrining penyakit menular maupun tidak menular, termasuk penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan hipertensi yang kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda akibat pola hidup kurang sehat.

Terlibat dalam Program Prioritas Nasional

Tak hanya belajar di ruang kelas, anggota Saka Bakti Husada juga dilibatkan dalam berbagai program kesehatan pemerintah. Salah satunya adalah pelaksanaan skrining kesehatan peserta didik yang saat ini menjadi bagian dari program nasional pemeriksaan kesehatan di sekolah. Dalam kegiatan tersebut, anggota dikenalkan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan sesuai kompetensi yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan remaja.

“Mereka memang tidak melakukan pemeriksaan medis yang membutuhkan tenaga profesional, tetapi dikenalkan bagaimana proses skrining dilakukan sehingga memahami pentingnya deteksi dini penyakit,” jelasnya

Keterlibatan anggota juga terlihat dalam berbagai kegiatan pelayanan masyarakat, seperti sosialisasi kesehatan bersama Puskesmas hingga membantu petugas saat Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pantau pada momentum Hari Raya maupun Tahun Baru.

Pembinaan hingga Tingkat Kecamatan

Sistem pembinaan Saka Bakti Husada dilakukan secara berjenjang. Selain pembinaan tingkat kota yang dilaksanakan secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri, pembinaan juga berlangsung melalui Pangkalan SBH Kwartir Ranting Kecamatan.

Setiap pangkalan dibina tenaga kesehatan dari Puskesmas sesuai wilayah masing-masing. Sebagai contoh, di Kecamatan Mojoroto pembinaan dilakukan secara kolaboratif oleh Puskesmas Mrican, Sukorame, dan Campurejo.

Materi pembinaan juga melibatkan para pengelola program kesehatan Dinas Kesehatan, Kwartir Cabang Pramuka Kota Kediri, hingga kerja sama dengan Yonif 521/DY dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan.

Menyiapkan Agen Perubahan

Bagi Dinas Kesehatan Kota Kediri, investasi terbesar bukan hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat.

Melalui Saka Bakti Husada, para anggota ditempa menjadi kader kesehatan remaja yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, semangat gotong royong, dan jiwa kepemimpinan. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak lingkungan terkecil.

Di tengah tantangan meningkatnya penyakit tidak menular, ancaman stunting, hingga perubahan gaya hidup masyarakat, kehadiran Saka Bakti Husada menjadi bukti bahwa membangun kesehatan bangsa dapat dimulai dari langkah sederhana para pemuda yang rela turun langsung ke tengah masyarakat.

Sebab pada akhirnya, kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan gerakan bersama yang lahir dari kepedulian. Dan di Kota Kediri, semangat itu tumbuh dari para Pramuka Saka Bakti Husada yang memilih mengabdi bukan dengan sorotan, melainkan melalui aksi nyata.

jurnalis : Anisa Fadila

✓ Link berhasil disalin