Dari Sampah Menjadi Harapan, Saka Kalpataru Resmi Hadir Cetak Agen Lingkungan Muda

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di tengah tantangan krisis lingkungan yang semakin nyata, Kota Kediri memilih menanam harapan melalui tangan-tangan muda. Harapan itu tumbuh dalam nama Saka Kalpataru, satuan karya baru di lingkungan Gerakan Pramuka yang hadir sebagai ruang belajar sekaligus ruang aksi bagi pelajar untuk mencintai dan menjaga bumi.

Saka Kalpataru yang berada di bawah pembinaan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri resmi diperkenalkan kepada ribuan peserta Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan 2026 melalui Expo Saka di Stadion Brawijaya, Jumat (17/7).

Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa pembentukan Saka Kalpataru merupakan hasil kolaborasi antara DLHKP dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri sejak Juli. Saat ini, sekitar 30 pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah telah bergabung sebagai angkatan perdana.

Menurutnya, Saka Kalpataru dirancang bukan hanya sebagai wadah pembelajaran, melainkan juga sebagai tempat mencetak generasi muda yang mampu menjadi pelopor kepedulian terhadap lingkungan.

“Tujuan pembentukan Saka Kalpataru adalah melibatkan adik-adik Pramuka dalam berbagai kegiatan di bidang lingkungan hidup,” ujar Indun.

Pembinaan yang diberikan tidak berhenti pada persoalan pengelolaan sampah. Para anggota juga akan dibekali pengetahuan mengenai pelestarian keanekaragaman hayati serta berbagai program konservasi yang dikembangkan bersama Saka Wanabhakti.

DLHKP bersama Kwarcab saat ini tengah menyusun kurikulum pembinaan selama satu tahun agar setiap anggota memiliki kemampuan yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapan kami, mereka bisa menjadi juru bicara kami dalam lingkungan terkecilnya, minimal di sekolah, khususnya dalam mengedukasi dan menerapkan pengelolaan sampah yang baik,” katanya.

Indun berharap para anggota Saka Kalpataru mampu menjadi agen perubahan yang membawa budaya peduli lingkungan hingga ke tingkat RT, RW, kelurahan, maupun desa.

Semangat itu telah dirasakan salah satu anggota baru, Vincensius Aditia Krismaputra, siswa SMA Katolik Santo Augustinus. Ia mengaku bergabung karena memiliki kecintaan terhadap alam dan ingin berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan.

“Saka Kalpataru merupakan satuan karya yang peduli terhadap lingkungan. Kebetulan saya juga suka dan cinta alam,” ujarnya.

Selama mengikuti pembinaan, Vincensius mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Limbah daun yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanaman.

Menurutnya, keterampilan tersebut sederhana, mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi nyata mengurangi volume sampah organik.

Ia berharap semakin banyak pelajar bergabung sehingga kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak usia sekolah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Expo Saka menjadi salah satu rangkaian Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan 2026 yang memperkenalkan berbagai satuan karya kepada ribuan anggota Pramuka. Selain Saka Kalpataru, kegiatan itu juga diikuti Saka Bhayangkara, Taruna Bumi, Kencana, Wanabhakti, Bhakti Husada, Anti Narkoba, Praja Wibawa, Pariwisata, dan Widya Budaya Bhakti yang menampilkan program, keterampilan, serta peluang pengembangan diri sesuai bidang pengabdian masing-masing.

jurnalis : Anisa Fadila