foto : Sigit Cahya Setyawan

Menjemput Lailatul Qadar, Paguyuban Panji Laras Gelar Khataman Qur’an dan Santunan

Bagikan Berita :

KEDIRI — Rintik hujan yang turun perlahan pada Senin malam (16/3) seolah menambah khusyuk suasana di Padepokan Panji Laras, Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Di malam ganjil ke-27 Ramadan yang diyakini penuh keberkahan, Paguyuban Panji Laras menggelar khataman Al-Qur’an keempat sekaligus menebar kepedulian melalui santunan bagi kaum dhuafa dan para lansia.

Sejak awal acara, nuansa religius begitu terasa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an berpadu dengan semangat kebersamaan yang menyatukan anggota paguyuban, masyarakat sekitar, hingga para tamu undangan yang hadir.

Sejumlah tokoh penting turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah beserta para Danramil, Wakapolres Kediri Kompol Hary Kurniawan, perwakilan LSM se-Kediri Raya, serta awak media.

Pimpinan Paguyuban Panji Laras, Ir. Hari Setiawan, S.T., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang telah lama dijalankan sebagai ikhtiar menghidupkan malam-malam ganjil di bulan Ramadan.

Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat tali persaudaraan sebagaimana semangat yang selalu dijaga oleh paguyuban.

“Sesuai jargon Panji Laras Seduluran Selawase, kami ingin menjaga persaudaraan selamanya. Kami juga menjalankan dawuh almarhum guru kami, Gus Lik (KH. Douglas Thoha Yahya), agar semua yang hadir memperoleh keberkahan dunia dan akhirat,” ujar Haris, sapaan akrabnya.

Selain khataman Al-Qur’an dan doa bersama, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada lansia dan kaum dhuafa di Desa Wonorejo dan sekitarnya. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus penguat solidaritas di tengah masyarakat.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Supriyo dari LSM Saroja yang mewakili sejumlah LSM yang hadir. Ia menilai, nilai persaudaraan sejati tidak diukur dari kedekatan saat bahagia, melainkan dari kesediaan hadir di saat kesulitan.

“Seduluran selawase itu artinya hadir baik saat suka maupun duka. Jika hanya datang saat senang, itu sekadar teman. Harapan kami, setelah ini kita bisa bersama-sama menjaga Kediri Raya,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan persaudaraan merupakan fondasi penting dalam membangun Kediri yang aman dan harmonis.

“Mari kita jaga bersama, karena kita semua saudara. Jangan sampai ada perbedaan yang memecah kita,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Paguyuban Panji Laras berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat persaudaraan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan di wilayah Kediri Raya.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :