Suasana duka di rumah korban (istimewa)

Cita-Cita Bekerja di Jepang Pupus, Pemuda Kaliombo Akhiri Hidup Gantung Diri

Bagikan Berita :

KEDIRI – Seorang pemuda asal Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Senin (16/3) pagi. Korban diketahui bernama Bagus Dindra (24).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu ia mendapati anaknya sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali yang diikatkan pada kayu blandar di lantai dua rumah.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo, Aipda Andrey V. Moren, mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Menurutnya, saat pertama kali ditemukan oleh ibunya, kondisi korban masih dalam keadaan lemas dan denyut nadinya masih terasa. Keluarga bersama warga kemudian segera menurunkan korban dan membawanya ke RSUD Gambiran Kota Kediri untuk mendapatkan penanganan medis.

“Namun beberapa menit setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga, korban dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak memiliki masalah dengan lingkungan sekitar. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia diketahui memiliki keinginan kuat untuk bekerja di Jepang sebagai pekerja migran.

Korban bahkan sempat mengikuti kursus bahasa Jepang setelah mendaftar program kerja ke luar negeri tersebut. Namun rencana itu tidak terwujud karena korban gagal berangkat.

“Dua tahun terakhir korban pernah mendaftar TKI ke Jepang dan mengikuti kursus bahasa Jepang, tetapi tidak berhasil berangkat,” kata Andrey.

Keluarga juga mengungkapkan, tiga hari sebelum kejadian korban sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum deterjen. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan setelah aksinya diketahui oleh kakaknya.

Saat ini pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait penanganan jenazah. Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :