KEDIRI – Gerbong mutasi di tubuh Polres Kediri kembali bergerak. Sebanyak dua pejabat utama serta 12 Kapolsek jajaran resmi berganti dalam kegiatan serah terima jabatan yang digelar di Mapolres Kediri, Selasa (2/6/2026).
Rotasi tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/579/V/KEP./2026 tertanggal 19 Mei 2026. Sejumlah jabatan Kapolsek yang mengalami pergantian di antaranya Kapolsek Kandangan, Ngancar, Puncu, Kunjang, Plemahan, Gurah, Plosoklaten, Gampengrejo, Purwoasri, Ngasem, dan beberapa jajaran lainnya.
Upacara sertijab dipimpin langsung Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji. Dalam amanatnya, Bramastyo menegaskan bahwa mutasi merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi Polri. Pergantian jabatan dilakukan melalui berbagai pertimbangan, mulai dari evaluasi kinerja, asesmen kompetensi, profesionalitas, hingga integritas personel.
“Hari ini kita melaksanakan serah terima jabatan dua pejabat utama Polres Kediri, yakni Kasat Intelkam dan Kasat Tahti, serta 12 jabatan Kapolsek jajaran. Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka pembinaan karier dan peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi,” ujar AKBP Bramastyo.
Menurut Kapolres, setiap jabatan merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh. Karena itu, pejabat yang mendapat promosi maupun penugasan baru diharapkan mampu menunjukkan kinerja terbaik serta membawa perubahan positif bagi organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bramastyo juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama yang mendapat tugas baru. Ia berterima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di wilayah hukum Polres Kediri.
“Terima kasih atas kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, membangun sinergitas dengan unsur tiga pilar, serta memberikan pelayanan yang responsif, adaptif, dan humanis kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, kepada para pejabat baru, Kapolres meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Mereka juga diminta melanjutkan program yang telah berjalan serta memperkuat sinergi, baik di internal organisasi maupun bersama masyarakat.
AKBP Bramastyo menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dicapai oleh Polri seorang diri. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Kediri.
“Keberhasilan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan pernah tercapai tanpa dukungan masyarakat. Karena itu saya tekankan agar seluruh anggota terus memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis kepada masyarakat,” tegasnya.
Mutasi ini diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus penguatan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Kediri.



