Jalan Menuju Lautan Dunia Dimulai dari Kediri, Ini Langkah Besar SMK Pelayaran Hang Tuah

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di tengah hamparan daratan Kediri yang jauh dari garis pantai, sebuah sekolah pelayaran terus menyalakan mimpi besar. SMK Pelayaran Hang Tuah Kediri tak hanya mencetak lulusan berijazah, tetapi juga berupaya melahirkan pelaut profesional yang siap mengarungi samudra. Kini, sekolah tersebut membidik approval dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan kemaritiman.

Sebagai satu-satunya SMK pelayaran di wilayah Eks Karesidenan Kediri, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Maritim Yala Purna Bakti itu terus melakukan pembenahan, baik dari sisi mutu pembelajaran, fasilitas, hingga kemitraan dengan industri pelayaran.

Kepala SMK Pelayaran Hang Tuah Kediri, Endro Noviyantoro, S.Pd., mengatakan bahwa menjaga eksistensi sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan menjadi amanah utama yang diembannya sejak dipercaya memimpin pada 2016.

“Tugas kami bukan sekadar mempertahankan keberadaan sekolah pelayaran satu-satunya di wilayah Eks Karesidenan Kediri, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia pelayaran,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Perjalanan Endro di dunia kemaritiman dimulai dari sektor ekspedisi di PT Trimas sebelum bergabung sebagai guru di SMK Pelayaran Hang Tuah Kediri pada 2004. Dua tahun kemudian ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah hingga akhirnya dilantik sebagai kepala sekolah pada 2016.

Lulusan Diploma III STIMAK Barunawati Surabaya itu kemudian melanjutkan pendidikan Strata 1 Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri sebagai syarat memenuhi kualifikasi kepala sekolah.

Berdiri sejak 1993, SMK Pelayaran Hang Tuah Kediri memiliki perjalanan panjang. Sebelum memiliki gedung permanen pada 2014, proses belajar mengajar sempat berpindah-pindah, mulai dari bangunan di Jalan Imam Bonjol hingga bekas sekolah dasar di Kampung Dalem.

Sebagai institusi pendidikan pelayaran, sekolah ini berada di bawah pembinaan dua kementerian, yakni Kementerian Pendidikan serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Selain memperoleh ijazah, para taruna juga dipersiapkan mengikuti Ujian Keahlian Pelaut (UKP) untuk mendapatkan sertifikat kompetensi yang menjadi syarat penting memasuki dunia kerja di sektor maritim.

Menurut Endro, sekolah telah mengantongi akreditasi dari BAN-S/M. Namun, target berikutnya adalah memperoleh approval dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar penyelenggaraan pendidikan pelayaran mendapat pengakuan yang lebih luas.

“Approval tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan industri terhadap lulusan kami,” katanya.

Saat ini SMK Pelayaran Hang Tuah Kediri membuka dua program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Jumlah siswa dari kelas X hingga XII mencapai 74 taruna, sementara pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menerima 28 peserta didik baru.

Meski jumlah peminat tidak sebanyak sekolah kejuruan umum karena bidangnya yang sangat spesifik, peluang kerja lulusan dinilai cukup besar.

“Lulusan kami tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi pelaut. Bekal itu menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja di kapal maupun industri kemaritiman,” jelas Endro.

Untuk membentuk karakter calon pelaut, sekolah menerapkan sistem pendidikan semi militer yang menitikberatkan pada disiplin, ketahanan fisik, dan pembinaan mental. Selain mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), seluruh taruna wajib menjalani Masa Pendidikan Dasar Fisik dan Mental (Madabintal) sebagai bekal menghadapi kerasnya kehidupan di dunia pelayaran.

Dari sisi fasilitas, sekolah telah dilengkapi berbagai laboratorium yang mengacu pada standar International Maritime Organization (IMO). Fasilitas tersebut meliputi laboratorium navigasi, ruang peta, simulator navigasi, laboratorium kecakapan bahari, laboratorium komputer, hingga bengkel praktik dengan mesin bubut, mesin las, dan mesin kapal.

Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, sekolah juga aktif menorehkan prestasi. Tahun ini, SMK Pelayaran Hang Tuah Kediri berhasil meraih Juara III Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Provinsi Jawa Timur pada bidang Nautika.

Di bidang nonakademik, sederet prestasi juga berhasil diraih, di antaranya Juara I Drumband tingkat Kabupaten Nganjuk, Juara Wushu tingkat Provinsi Jawa Timur, sejumlah gelar juara mayoret pada kompetisi drumband di Kota Kediri, hingga Juara Umum Napak Tilas Kediri–Bajulan.

Dalam mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, sekolah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan pelayaran seperti PT Pelindo, PT Dharma Lautan Utama, PT Sadena, dan PT Agung Perkasa. Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi taruna untuk mengikuti praktik kerja industri sekaligus memperluas peluang direkrut setelah lulus.

Di luar kegiatan akademik, pengembangan karakter juga dilakukan melalui berbagai ekstrakurikuler. Pramuka dan renang menjadi kegiatan wajib, sementara taruna dapat memilih kegiatan lain seperti drumband, bela diri, futsal, bola voli, hingga seni jaranan.

Ke depan, SMK Pelayaran Hang Tuah Kediri berkomitmen terus meningkatkan mutu pendidikan melalui perolehan approval Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta memperluas jejaring dengan industri pelayaran. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak jalan bagi para taruna untuk berlayar membawa nama Indonesia di dunia kemaritiman nasional maupun internasional.

jurnalis : Radistya Sadam Inzagi

✓ Link berhasil disalin