Persik Kediri Bangun Kekuatan Baru, Kombinasi Darah Muda dan Legiun Spanyol Siap

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di tengah derasnya persaingan Liga 1 Indonesia 2026/2027 yang identik dengan perekrutan pemain-pemain berlabel bintang, Persik Kediri justru memilih melangkah di jalur berbeda. Macan Putih menanam benih harapan pada energi para pemain muda yang dipadukan dengan filosofi sepak bola Spanyol racikan pelatih Marcos Reina.

Babak baru itu mulai tergambar dalam sesi latihan perdana menuju pramusim di Kediri Soccer Field, Jumat (31/7). Sebanyak sembilan pemain lokal yang baru direkrut langsung bergabung bersama pemain-pemain yang dipertahankan dari musim lalu untuk menjalani latihan intensif.

Hanya Yoga Adiatama dan Kadek Rendy Sanjaya yang belum mengikuti program penuh karena masih menjalani pemulihan cedera.

Di bawah komando Marcos Reina, para pemain ditempa melalui berbagai materi latihan, mulai dari duel satu lawan satu, kombinasi umpan satu sentuhan, hingga skema umpan silang. Seluruh program tersebut menjadi pondasi gaya bermain yang ingin dibangun, yakni sepak bola cepat, agresif, dan mengedepankan penguasaan bola khas Spanyol.

Persik sebelumnya telah memperkenalkan sembilan rekrutan anyar, yakni Andhika Ramadhani, Satrio Azhar, Dimas Juliono, Riza Zidane, Fransiskus Alexandro, Althaf Indie, Daffa Salman, Dzaky Asraf, dan Zanadin Faris. Seluruh pemain tersebut berada pada rentang usia produktif, yakni 22 hingga 27 tahun.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari proyek regenerasi setelah Persik melakukan perombakan besar dengan melepas 21 pemain usai kompetisi musim lalu. Manajemen memilih membangun skuad yang lebih muda demi mendukung filosofi permainan yang diusung Marcos Reina.

Pelatih asal Spanyol itu menilai pemain muda memiliki semangat berkembang yang menjadi modal penting dalam membangun tim.

“Saya sangat senang dengan pemain lokal baru kami. Mereka masih muda, punya energi, memiliki sikap yang baik, dan selalu ingin belajar. Mereka menunjukkan kualitas yang memang kami lihat sebelum merekrut mereka,” ujar Marcos Reina.

Menurut Marcos, karakter pemain muda dinilai lebih mudah menyerap konsep permainan yang menuntut disiplin taktik, intensitas tinggi, serta kemampuan membaca situasi pertandingan.

Di sisi lain, Persik tetap mempertahankan mayoritas pemain asing asal Spanyol yang telah memahami sistem permainan sang pelatih. Kombinasi pengalaman para legiun asing dengan antusiasme pemain muda diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi tim sepanjang pramusim.

Marcos pun optimistis kualitas skuad musim ini mengalami peningkatan dibandingkan musim sebelumnya. Selain kualitas individu, ia menilai kedalaman skuad membuat persaingan di setiap posisi semakin kompetitif.

“Sekarang kami memiliki pemain yang lebih baik dan skuad yang lebih dalam. Jika ada pemain yang tidak berada di performa terbaiknya, pemain lain siap menggantikan. Kompetisi di dalam tim akan membuat semua pemain berkembang,” tegasnya.

Meski belum bersedia berbicara mengenai target klasemen, Marcos meyakini proyek regenerasi yang tengah dibangun dapat membuat Persik bersaing dengan klub-klub yang memiliki kekuatan finansial lebih besar.

Sementara itu, tiga nama pemain asing juga santer dikabarkan masuk dalam radar Persik Kediri, yakni Sergio Castel yang musim lalu membela Persib Bandung, Park Jun Heong yang sebelumnya berkarier di Liga Malaysia, serta Marcelo Djalo yang terakhir bermain di Liga Thailand. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari manajemen terkait kabar tersebut.

Saat ini Persik masih memiliki lima pemain asing yang telah menjadi bagian dari skuad, yakni Ernesto Gomez, Joss Enrique, Immanol Garcia, Jon Toral, dan Kiko Carneiro.

Manajemen juga masih membuka peluang untuk menambah kekuatan dengan mendaftarkan hingga 10 pemain asing pada putaran pertama Liga 1 2026/2027, serta menyisakan satu slot tambahan yang dapat dimanfaatkan pada bursa transfer pertengahan musim apabila diperlukan.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan