KEDIRI – Derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persik Kediri bukan sekadar pertarungan gengsi. Duel di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat sore (18/0), mempertemukan dua tim dengan kekuatan berbeda: Singo Edan datang membawa ketajaman lini depan, sementara Macan Putih memiliki catatan pertahanan yang cukup solid.
Arema FC menjadi salah satu tim paling produktif setelah mencetak tujuh gol dalam dua pertandingan awal Super League musim ini. Bahkan, seluruh gol tersebut lahir dari tujuh pemain berbeda.
Artinya, ancaman Arema tidak hanya datang dari satu pemain. Hampir setiap lini memiliki potensi untuk menjadi sumber gol bagi tim berjuluk Singo Edan tersebut.
Kekuatan itu bisa semakin bertambah jika Samuel Otusanya benar-benar mendapat kesempatan menjalani debut. Striker asing anyar tersebut disebut-sebut berpeluang tampil untuk pertama kalinya bersama Arema.
Namun, Persik Kediri memiliki modal yang bisa menjadi penahan agresivitas tuan rumah.
Dalam dua pertandingan awal, gawang Macan Putih baru sekali kebobolan. Statistik tersebut membuat lini pertahanan Persik menjadi salah satu aspek yang bakal diuji habis-habisan oleh produktivitas Arema.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menyadari laga ini memiliki atmosfer berbeda. Status sebagai derby membuat pertandingan menghadapi Arema tidak bisa diperlakukan seperti laga biasa.
“Derby lebih penting dari apapun. Kami akan melakukan semua yang terbaik. Pemain sudah tahu bagaimana pentingnya laga ini,” kata Reina.
Persik tidak datang ke Malang hanya untuk bertahan. Reina menegaskan timnya membidik poin dan meminta para pemain memiliki mental yang tepat sepanjang pertandingan.
“Kami selalu siap apapun yang mereka tampilkan. Siapapun yang ditampilkan kami akan siap,” tutur Reina.
Reina juga menilai permainan Arema tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan musim sebelumnya. Karena itu, Persik memilih berkonsentrasi pada kekuatan sendiri ketimbang terlalu larut memikirkan siapa saja pemain yang akan diturunkan lawan.
Arema Waspadai Pemain Asing Persik
Di kubu seberang, pelatih Arema FC Marcos Santos mengakui Persik memiliki sejumlah pemain yang dapat memberikan ancaman.
Perhatian Santos salah satunya tertuju kepada gelandang Eduardo Barbosa, yang dinilainya mampu menciptakan peluang. Selain itu, Ernesto Gomez di sisi kanan juga masuk dalam radar kewaspadaan Arema.
Menariknya, meski memiliki catatan tujuh gol dalam dua pertandingan, Santos justru mengungkap persoalan yang masih dimiliki timnya.
Lini belakang Arema disebut masih rapuh. Bahkan, kondisi tersebut membuka peluang bagi Santos untuk melakukan rotasi pemain bertahan ketika menghadapi Persik.
“Lini belakang kita rapuh. Kami bisa coba rotasi di lini belakang,” ujar Santos.
Situasi ini membuat derby di Kanjuruhan semakin menarik. Arema memiliki senjata berupa produktivitas tujuh gol, tetapi juga menyimpan persoalan di lini belakang.
Sebaliknya, Persik memiliki pertahanan yang baru satu kali ditembus dalam dua pertandingan, tetapi harus menghadapi lini depan Arema yang sedang produktif.
Pertandingan akhirnya akan mempertemukan dua kekuatan berbeda: ketajaman Singo Edan melawan soliditas Macan Putih.
Siapa pun yang mampu lebih efektif memanfaatkan celah lawan akan memiliki peran penting dalam menentukan jalannya derby Jawa Timur tersebut.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



