KEDIRI — Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten ternyata membawa hasil besar bagi SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Rutinitas keagamaan seperti Yasinan, salat duha, hingga program Jumat Berbudaya mengantarkan sekolah tersebut meraih Juara 1 kategori SMA/SMK dalam Awarding Sekolah Berbudaya Religi (SBR) 2026.
Penghargaan itu diberikan dalam acara Awarding SBR 2026 yang berlangsung di Gedung Bagawanta Bhari, Kabupaten Kediri, Kamis (17/9).
Bagi SMKN 1 Plosoklaten, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan. Budaya religi telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari siswa dan diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 1 Plosoklaten, Drs. Hadi Sugiharto, M.Pd., mengatakan pembiasaan keagamaan sebenarnya telah diterapkan sebelum sekolah mengikuti program SBR. Kehadiran program tersebut kemudian semakin memperkuat kebiasaan yang sudah berjalan.
“Jadi mulai dari pagi hari kita ada kegiatan Yasinan, kemudian lanjut dengan kegiatan salat duha yang itu semua memang sudah kita jadwalkan ke semua siswa untuk mengikuti itu,” ujar Hadi.
Selain rutinitas keagamaan harian, sekolah juga memiliki program Jumat Berbudaya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah untuk menjaga sekaligus memperkuat budaya religi di lingkungan sekolah.
“Pagi kita adakan istilahnya Jumat Berbudaya. Dan salah satunya kegiatan Jumat Berbudaya itu adalah budaya religi ini,” kata Hadi.
Penerapan pembiasaan tersebut dilakukan di tengah jumlah siswa SMKN 1 Plosoklaten yang mencapai sekitar 1.900 orang. Kondisi itu membuat keterlibatan seluruh unsur sekolah menjadi penting agar budaya yang dibangun dapat berjalan secara konsisten.
Hadi mengatakan budaya religi tersebut telah diterapkan sekitar dua tahun. Ia berharap kebiasaan yang sudah terbentuk dapat terus dipertahankan dan tidak berhenti setelah sekolah menerima penghargaan.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sehingga budaya religi benar-benar menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah.
Diikuti 484 Satuan Pendidikan
Program Sekolah Berbudaya Religi yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri tidak hanya berorientasi pada penghargaan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mengedepankan nilai agama, karakter, pendidikan, kebudayaan, dan sosial.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, M.AP., mengatakan apresiasi diberikan kepada satuan pendidikan yang menunjukkan komitmen dalam menerapkan nilai-nilai tersebut di lingkungan sekolah.
“Kita ingin masyarakat kita, SDM kita, juga siap bersaing dalam lingkungan yang lebih besar, lingkungan global maupun lingkungan nasional maupun regional, dengan bekal yang cukup, dengan bekal yang memadai, dengan karakter-karakter yang unggul dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., mengatakan antusiasme satuan pendidikan terhadap program SBR meningkat. Tahun ini tercatat 484 satuan pendidikan di Kabupaten Kediri terlibat dalam program tersebut, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 200 satuan pendidikan.
Muhsin menjelaskan, penilaian SBR lebih menitikberatkan pada proses pembentukan moral dan nilai agama melalui pembiasaan di lingkungan sekolah.
Karena itu, keteladanan guru menjadi salah satu unsur penting. Budaya yang dibangun di sekolah diharapkan tidak hanya disampaikan kepada siswa, tetapi juga ditunjukkan melalui perilaku para pendidik.
“Pengembangan nilai-nilai moral agama melalui pembiasaan dan keteladanan para guru,” ujarnya.
Ada Uang Pembinaan
Selain penghargaan, para pemenang Awarding Sekolah Berbudaya Religi 2026 juga mendapatkan uang pembinaan.
Untuk kategori juara, Juara 1 memperoleh Rp2,5 juta, Juara 2 Rp2,25 juta, dan Juara 3 Rp2 juta.
Sementara itu, penerima Harapan 1 mendapatkan Rp1,75 juta, Harapan 2 Rp1,5 juta, dan Harapan 3 Rp1,25 juta.
Bagi SMKN 1 Plosoklaten, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya membangun budaya religi di lingkungan sekolah. Namun, capaian itu sekaligus menjadi pengingat agar kebiasaan yang telah berjalan tetap dipertahankan.
Melalui program SBR, Pemerintah Kabupaten Kediri mendorong satuan pendidikan menjadikan nilai agama dan karakter sebagai bagian dari budaya sekolah. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program maupun seremoni penghargaan, tetapi tumbuh menjadi bagian dari keseharian peserta didik.
Jurnalis: Anisa Fadila



