KEDIRI – Dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa sekolah dasar di Kota Kediri setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus ditangani pemerintah dan aparat penegak hukum. Sudjono Teguh Widjaja, Wakil Ketua DPRD dan Agung Purnomo selaku Ketua Komisi III DPRD Kota Kediri turun langsung menemui para korban di RSUD Gambiran.
Data terbaru Pemerintah Kota Kediri mencatat sebanyak 37 siswa dari SDN Kaliomno serta SDN Kampungdalem 3 dan 4 mengalami keluhan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 10 siswa harus menjalani rawat inap di RSUD Gambiran karena masih mengalami gejala, termasuk muntah-muntah.
Sementara itu, 27 siswa lainnya mendapatkan perawatan jalan di sejumlah puskesmas. Kondisi mereka dilaporkan mulai membaik.
Pemerintah Kota Kediri memastikan seluruh biaya perawatan siswa yang terdampak menjadi tanggung jawab pemerintah.
Sebagai langkah awal penanganan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo dihentikan sementara. Penghentian tersebut dilakukan sembari menunggu proses investigasi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Tim Satgas MBG bersama jajaran kepolisian mendatangi SDN Kampungdalem 3 dan SPPG Kaliombo di Jalan Kaliombo Raya Nomor 34, Kota Kediri, Kamis (17/9) siang. Pemeriksaan di lokasi SPPG berlangsung sekitar 30 menit.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
“Saat ini kita laksanakan penyelidikan apa penyebabnya,” ujar Wisnu.
AMANKAN SAMPEL

Usai pemeriksaan, petugas terlihat membawa sejumlah sampel dari lokasi SPPG untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah terdapat bakteri atau bahan makanan yang tidak aman dalam menu yang dikonsumsi para siswa.
Kasus ini bermula setelah sejumlah siswa SDN Kampungdalem 3 menyantap menu MBG sekitar pukul 09.20 WIB. Saat itu, sembilan siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Delapan siswa mengalami mual hingga muntah, sedangkan seorang siswa lainnya mengeluhkan pusing.
Wali Kelas 6 SDN Kampungdalem 3, Eni Sulistyawati, mengatakan keluhan awal yang dirasakan siswa berupa mual dan sensasi panas pada bagian perut. Beberapa siswa kemudian mengalami muntah.
Berdasarkan pengamatannya, terdapat dua jenis makanan yang memiliki aroma kurang sedap, yakni ayam dan buah. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keluhan kesehatan para siswa dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Setelah kejadian tersebut, para siswa yang mengalami keluhan dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian menjalani pemeriksaan di RSUD Gambiran, sementara siswa lainnya mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Pemkot Kediri juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BGM melalui Korwil dan Korcam, TNI-Polri, serta Kejaksaan untuk mengusut kasus tersebut.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal. Namun, 37 siswa yang terdampak diberikan kesempatan untuk tidak mengikuti kegiatan sekolah selama masa pemulihan.
Selain penanganan medis, Pemkot Kediri menyiapkan pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak maupun siswa lainnya.
Di sisi lain, pemilik SPPG Kaliombo, Hendri Sepriyadi, menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas biaya pengobatan para siswa.
“Kami siap menanggung seluruh biaya pengobatan dan bakal memberikan santunan kepada para siswa mengalami keracunan,” kata Hendri.
Hingga saat ini, penyebab pasti keluhan kesehatan para siswa belum diketahui. Polisi dan Satgas MBG masih memeriksa sejumlah pihak serta menelusuri proses pengolahan, penyediaan, hingga distribusi makanan dari SPPG Kaliombo ke sekolah.
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kejadian tersebut.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan – Anisa Fadila – Nanang Priyo Basuki



