KEDIRI – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama masyarakat memadati halaman belakang kompleks Pemerintah Kabupaten Kediri dalam rangka halal bihalal dan selamatan Hari Jadi ke-1222 Kabupaten Kediri. Suasana kebersamaan terasa kuat sejak awal hingga akhir kegiatan, tentunya sesuai tema tahun ini, Kediri Berbudaya – Kediri Berdaya.
Rangkaian acara diawali dengan penyaluran santunan kepada kaum dhuafa dan penyandang disabilitas. Agenda ini menjadi penegas bahwa peringatan hari jadi tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga sarat nilai kepedulian sosial.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan tumpeng dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kepada Wakil Bupati Dewi Maria Ulfa. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan atas keberlanjutan pembangunan di daerah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalaman antara ASN, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sekaligus menghapus sekat antara pemerintah dan warga.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, di antaranya jajaran TNI-Polri, perwakilan kejaksaan, pengadilan, serta Ketua PKK Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri menjelaskan, pemilihan lokasi kegiatan di lingkungan Pemkab bertujuan memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, sekaligus melihat perkembangan fasilitas pemerintahan yang dinilai semakin representatif.
“Supaya masyarakat bisa melihat langsung kondisi Pemkab hari ini yang semakin baik. Selain itu, jika digelar di pendopo dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas di Kota Kediri,” ujarnya.
Jaga Kebersamaan

Ia menegaskan, halal bihalal menjadi momentum penting untuk menjaga hubungan antarindividu maupun antarinstansi, terlebih setelah dinamika pekerjaan sehari-hari.
“Ini momen untuk saling memaafkan. Kita tidak setiap hari bisa bertemu, dan dalam pekerjaan tentu ada hal-hal yang kurang berkenan,” tambahnya.
Memasuki usia ke-1222, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga, sehingga daerah ini terus berkembang sebagai wilayah yang guyub, rukun, dan sejahtera.
“Harapannya Kediri tetap menjadi kabupaten yang guyup, rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,” ungkapnya.
Di sela kegiatan, Bupati juga menyinggung rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN sebagai bagian dari upaya efisiensi, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Skema penerapan, termasuk opsi pada hari Jumat, masih dalam tahap kajian dan akan dievaluasi secara berkala.
“Kita akan lihat efektivitasnya. Kalau tidak signifikan, akan kita evaluasi kembali,” jelasnya.
Selain itu, rencana penambahan ruas car free day juga tengah dipertimbangkan secara matang, agar tidak justru berdampak pada peningkatan mobilitas kendaraan bermotor.
Melalui momentum ini, semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam mendorong pembangunan Kabupaten Kediri ke depan.









