foto : Bram Radyan

Dari Nongkrong ke Trek Jalanan, Fenomena Anak Kediri Berujung Balapan Liar dan Lolos Razia Polisi

Bagikan Berita :

KEDIRI — Fenomena “Jumat Gaul” yang berkembang di kalangan anak muda pecinta otomotif di Kediri mengalami pergeseran makna. Aktivitas yang semula berupa kopi darat (kopdar) pada malam akhir pekan, kini kerap berujung pada aksi balapan liar di jalan umum.

Mayoritas pelaku diketahui masih berstatus pelajar. Mereka awalnya berkumpul di kafe atau titik tertentu setiap Jumat malam, memanfaatkan libur sekolah keesokan harinya. Namun, dalam perkembangannya, agenda tersebut berubah menjadi ajang pamer kendaraan sekaligus adu gengsi di jalan raya.

Aktivitas biasanya dimulai di atas pukul 22.00 WIB. Salah satu titik yang kerap dijadikan lokasi adalah sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Tepus, Kabupaten Kediri. Di lokasi ini, puluhan hingga ratusan sepeda motor berkumpul sebelum akhirnya melakukan balapan sprint jarak pendek.

Meski berisiko tinggi dan melanggar aturan, aksi tersebut justru dianggap sebagai tantangan tersendiri oleh para pelaku. Motor yang digunakan umumnya telah dimodifikasi, terutama pada bagian knalpot. Bahkan, sebagian pengendara nekat memacu kendaraan tanpa menyalakan lampu dan tanpa menggunakan helm.

Pada Jumat (3/4) malam, aparat dari Polsek Ngasem sempat membubarkan aksi tersebut di depan Kantor Bupati Kediri. Saat itu, para remaja terlihat melakukan balapan jarak pendek di jalan umum. Informasi yang dihimpun juga menyebut adanya praktik taruhan, baik berupa uang maupun barang seperti telepon genggam.

“Anggota telah kami perintahkan mendatangi lokasi untuk membubarkan aksi balapan liar,” ujar Kapolsek Ngasem Polres Kediri, Iptu Heri Priyadi, saat dikonfirmasi.

Namun, pembubaran tersebut tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas. Ratusan pengendara justru berpindah lokasi ke wilayah hukum Polres Kediri Kota. Di Jalan Semeru, Campurejo, aksi serupa kembali terpantau sebelum akhirnya kembali dibubarkan oleh petugas.

Fenomena ini memicu keresahan masyarakat. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, kebisingan yang ditimbulkan juga mengganggu warga sekitar. Tak hanya pada Jumat malam, aktivitas balap liar tersebut bahkan disebut kerap berlangsung rutin setiap Rabu malam.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :