KEDIRI — Suasana memanas saat simulasi penertiban pedagang di Balai Kota Kediri berubah dramatis. Lapak pedagang ‘dibakar’ dalam skenario ricuh yang memicu aksi cepat petugas Damkar dan Satlinmas. Api berhasil dipadamkan dalam hitungan menit, sementara Satpol PP berjibaku menenangkan massa agar lokasi aman kembali.
Kejadian ini bukan nyata, melainkan bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila, sekaligus rangkaian HUT Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas, Senin (01/06). Mengusung tema “Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan”, acara menampilkan simulasi kondisi darurat dan penegakan ketertiban publik yang menegangkan namun edukatif.
Simulasi dimulai dengan penertiban pedagang yang berjualan di bahu jalan oleh Satpol PP, di mana aksi perlawanan pedagang diwujudkan melalui pembakaran lapak. Paulus Luhur Budi Prasetyo, Kasatpol PP Kota Kediri, menekankan bahwa kegiatan ini menyoroti sinergi Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dalam melindungi masyarakat, menegakkan aturan, dan menghadapi keadaan darurat.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ketiga instansi tersebut untuk menjaga kondusivitas kota. Menurutnya, pembangunan yang optimal tidak akan tercapai tanpa keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di masyarakat.
“Sebab menjaga ketertiban dan ketentraman adalah pengamalan nyata nilai-nilai Pancasila,” ujar Vinanda, memberikan apresiasi atas dedikasi petugas yang senantiasa melayani masyarakat dengan profesionalisme dan humanisme.
Wali Kota menambahkan, kondisi aman dan tertib bukan hanya soal aturan, tetapi juga kunci agar investasi tumbuh, pembangunan berkelanjutan tercapai, dan masyarakat merasakan manfaatnya secara maksimal. Ia menegaskan agar seluruh jajaran terus meningkatkan sinergi, profesionalisme, dan pelayanan yang humanis demi kesejahteraan warga Kediri.



