KEDIRI – Gelombang protes terhadap penanganan kasus pengisian perangkat desa 2023 di Kabupaten Kediri belum mereda. Aliansi Kediri Bangkit kembali menggelar aksi pada Rabu (03/6/2026) pagi. Dengan ancaman membakar ban bekas jika Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana tidak menemui massa secara langsung.
Aliansi Kediri Bangkit dijadwalkan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Dalam aksi lanjutan tersebut, massa berencana menagih komitmen Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terkait penanganan kasus pengisian perangkat desa tahun 2023.
Salah satu koordinator aksi, Bagus Romadhon, mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan aksi damai kepada Polres Kediri. Menurutnya, demonstrasi kali ini merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang dinilai belum menghasilkan respons sesuai harapan peserta.
Bagus mengungkapkan, massa aksi berencana membawa ban bekas sebagai bentuk simbolik protes. Ia menyebut ban tersebut akan dibakar apabila Bupati Kediri tidak bersedia menemui para demonstran secara langsung.
“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan aksi secara resmi. Ban bekas kami siapkan sebagai bentuk protes apabila Bupati tidak menemui peserta aksi,” kata Bagus saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Selain itu, Bagus juga menyinggung insiden yang terjadi pada aksi sebelumnya. Menurutnya, persoalan terkait pengamanan sejumlah ban bekas oleh oknum anggota kepolisian kini sedang dalam penanganan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur.
“Terkait kejadian pada aksi sebelumnya, informasi yang kami terima saat ini sedang ditangani Propam Polda Jatim,” ujarnya.
Sementara itu, beredar informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri bahwa Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito kemungkinan tidak berada di lokasi saat aksi berlangsung. Sejumlah sumber menyebutkan orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut tengah menjalankan agenda di luar kota.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kediri terkait kemungkinan kehadiran Bupati dalam aksi yang akan digelar Selasa besok maupun tanggapan atas tuntutan yang disampaikan Aliansi Kediri Bangkit.
Aksi tersebut diperkirakan akan menjadi sorotan publik karena merupakan kelanjutan dari rangkaian tuntutan yang selama ini disuarakan terkait kasus pengisian perangkat desa tahun 2023 di Kabupaten Kediri. (*)



