KEDIRI – Deru mesin mobil-mobil Volkswagen klasik memecah suasana Kota Kediri. Di balik iring-iringan kendaraan legendaris itu, tersimpan cerita tentang persaudaraan, kecintaan terhadap warisan otomotif, sekaligus upaya mengenalkan pesona wisata dan kuliner daerah kepada Indonesia.
Ratusan pecinta Volkswagen dari berbagai penjuru Tanah Air berkumpul dalam Jambore Nasional Volkswagen Indonesia Association (VIA) ke-53 yang digelar di Kota Kediri. Agenda tahunan tersebut bukan hanya menjadi ajang temu kangen antaranggota komunitas, tetapi juga diharapkan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal.
Ketua Umum Volkswagen Indonesia Association (VIA), Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, mengatakan jambore tahun ini terselenggara melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Kediri. Setelah sebelumnya mencatatkan rekor MURI melalui prosesi nikah massal menggunakan VW Kombi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan riding mengelilingi Kota Kediri dan meet and greet antarkomunitas Volkswagen.
“Kami ingin membangun kebersamaan, keharmonisan, sekaligus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Jadi kami tidak hanya berkendara, tetapi juga membawa nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Nanan.
Menurutnya, VIA bukan sekadar komunitas pecinta mobil klasik. Organisasi tersebut dibangun di atas semangat persaudaraan dengan mengusung tiga nilai utama, yakni fun, unity, dan harmony, yang selalu menjadi ruh dalam setiap kegiatan.
Tahun ini, jambore diikuti lebih dari 100 peserta yang mewakili sekitar 50 komunitas Volkswagen dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan turut menggerakkan roda ekonomi daerah melalui kunjungan ke destinasi wisata, pusat kuliner, hotel, hingga sentra UMKM.
“Kami ingin mendukung program pemerintah daerah. Teman-teman dari berbagai daerah akan mengunjungi destinasi wisata, menikmati kuliner, menginap di hotel, sekaligus mengenal potensi yang dimiliki Kota Kediri,” ujarnya.
Salah satu peserta asal Kepanjen, Kabupaten Malang, Eko Juni, datang bersama 14 anggota keluarga yang dikenal dengan sebutan Keluarga Nenjap. Baginya, jambore VW bukan sekadar agenda otomotif, melainkan momentum berkumpul bersama keluarga besar yang berasal dari berbagai daerah.
Eko mengisahkan, kecintaannya terhadap Volkswagen bermula pada 1998 ketika kondisi ekonomi membuatnya memilih VW sebagai kendaraan pertama. Mobil yang kala itu dibelinya seharga Rp4,5 juta kini justru menjadi bagian dari hobi sekaligus memiliki nilai investasi yang terus diminati para kolektor.
“Yang paling berkesan dari acara seperti ini adalah kami bisa berkumpul bersama keluarga dari berbagai daerah. Jadi bukan hanya silaturahmi, tetapi juga liburan bersama,” ungkapnya.
Selama mengikuti jambore di Kediri, Eko dan keluarganya juga menyempatkan diri menikmati kuliner khas daerah. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah nasi goreng anglo, yang dinilai memiliki cita rasa khas dan menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di Kota Kediri. Selain mempererat hubungan antarkomunitas Volkswagen, jambore dinilai mampu memperkenalkan kekayaan wisata, kuliner, serta budaya Kediri kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Jurnalis: Navima Aulya Sava


