KEDIRI — Malam seolah enggan beranjak dari Kota Kediri. Cahaya lampu berkilau bak gugusan bintang, dentuman musik menggema di antara riuh tepuk tangan, sementara langit dihiasi ledakan warna-warni kembang api yang memecah keheningan. Di tengah suasana itu, Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 hadir bukan sekadar parade, melainkan sebuah simfoni yang mengawinkan seni, budaya, inovasi, dan kecintaan pada alam.
Ribuan warga memadati sepanjang rute dari Balai Kota hingga Taman Brantas, Minggu (26/7), demi menyaksikan perhelatan tahunan dalam rangka Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri yang tahun ini mengusung tema “Symphony of Nature”.
Sebanyak 35 kontingen dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Kabupaten Kediri, perusahaan swasta, hingga komunitas kreatif bergantian memamerkan karya terbaik mereka. Kostum-kostum megah yang dikenakan para peserta tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan material daur ulang sebagai bagian dari semangat zero waste.
Kemegahan malam itu dibuka melalui prosesi touch the screen yang dilakukan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pariwisata Zita Anjani, jajaran Forkopimda, serta para tamu undangan. Dalam hitungan detik, langit Kediri berubah menjadi panggung cahaya ketika kembang api bermekaran, menandai dimulainya Dhoho Night Carnival 2026.
Parade kemudian bergerak dari Balai Kota, melintasi Jalan Dhoho, kawasan Pecinan, Jalan Yos Sudarso, hingga berakhir di Taman Brantas. Perubahan rute ini menghadirkan pengalaman baru sekaligus memperluas titik keramaian yang dipenuhi ribuan penonton.
Menurut Wali Kota Vinanda Prameswati, Dhoho Night Carnival telah berkembang menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kota Kediri yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Setiap event tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghidupkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perhotelan, kuliner, hingga berbagai usaha masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema “Symphony of Nature” dipilih sebagai ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan kreatif. Baginya, karya seni yang lahir dari material daur ulang menjadi bukti bahwa menjaga bumi dapat dilakukan dengan cara yang indah dan menyenangkan.
Selain menghadirkan konsep baru, DNC 2026 juga mengangkat dua subtema, yakni Fantasy Universe dan Royal Kingdom, yang memadukan imajinasi, budaya, serta sentuhan artistik modern. Seluruh konsep tersebut dinilai selaras dengan tema Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri, “Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi.”
Apresiasi juga datang dari Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pariwisata, Zita Anjani. Ia mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat yang memenuhi sepanjang lintasan karnaval.
Menurutnya, Dhoho Night Carnival menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Parade kostum berbahan daur ulang dinilai menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas mampu menghadirkan pesan ekologis tanpa kehilangan nilai hiburan.
“Pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam. Apa yang ditampilkan malam ini menjadi inspirasi bahwa seni, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat bersatu dalam sebuah pertunjukan yang memukau,” katanya.
Puncak kemeriahan berlangsung di kawasan depan Jembatan Brawijaya. Pertunjukan tari, penampilan Drum Band Genta Buana, ratusan drone yang membentuk formasi di langit malam, serta pesta kembang api menutup rangkaian acara dengan spektakuler.
Malam itu, Kediri seakan menuliskan puisinya sendiri di bentangan langit. Cahaya mungkin perlahan padam, musik akan berhenti bergema, tetapi kenangan tentang Dhoho Night Carnival 2026 akan tetap tinggal—menjadi bukti bahwa sebuah kota dapat merawat tradisi, memeluk inovasi, sekaligus menitipkan pesan kepada dunia bahwa masa depan dimulai dari kepedulian terhadap bumi.
jurnalis : Anisa Fadila


