KEDIRI – Malam di GOR Jayabaya berubah menjadi lautan suara ketika ribuan warga serempak menyanyikan setiap lirik lagu Ari Lasso. Denting nada yang mengalun sejak awal pertunjukan seolah menjahit kenangan menjadi satu, menghadirkan perayaan yang bukan sekadar konser, melainkan perjumpaan hangat antara sejarah panjang Kota Kediri dan kebersamaan warganya.
Puncak peringatan Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri, Sabtu (25/7) malam, berlangsung meriah atas dukungan PT. Gudang Garam .Tbk Kediri. Sejak awal acara, antusiasme masyarakat telah terasa memenuhi arena. Penampilan Nur Bayan membuka rangkaian hiburan, dilanjutkan parade 10 pasang Finalis Panji Galuh Kota Kediri 2026 yang memukau ribuan penonton.
Sorak-sorai semakin menggema ketika Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, naik ke atas panggung untuk menyapa masyarakat yang memadati GOR Jayabaya.
Dalam sambutannya, Vinanda mengajak masyarakat mengenang perjalanan panjang Kota Kediri yang kini memasuki usia 1.147 tahun. Ia menyebut Kediri sebagai kota tertua ketiga di Indonesia, sebuah warisan sejarah yang harus menjadi pijakan untuk terus melangkah menuju masa depan.
“Kami membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, baik kalangan muda, kalangan tua, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi fondasi untuk mewujudkan Kota Kediri yang Mapan—maju, agamis, produktif, aman, dan ngangenin. Ia juga berharap Kota Kediri terus berkembang sebagai kota yang rukun, semakin maju, serta menghadirkan kehidupan yang lebih sejahtera, sehat, dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat.
Suasana kemudian mencapai puncaknya ketika Ari Lasso hadir di atas panggung mengenakan tenun ikat khas Kediri. Penampilan penyanyi legendaris itu langsung disambut riuh tepuk tangan. Belasan lagu yang dibawakannya menghidupkan atmosfer malam, sementara ribuan penonton kompak bernyanyi dari awal hingga akhir pertunjukan.
Puncak perayaan ditutup dengan lagu Dewiku yang berpadu dengan letupan kembang api di langit Kota Kediri. Kilau cahaya yang menyinari malam seakan menjadi simbol syukur atas perjalanan panjang kota yang telah melintasi lebih dari satu milenium. Tepuk tangan dan nyanyian warga pun menjadi penutup manis sebuah perayaan yang menguatkan rasa memiliki terhadap Kota Kediri.
Kemeriahan itu meninggalkan kesan mendalam bagi banyak penonton. Salah satunya Della, warga Kabupaten Kediri, yang mengaku baru pertama kali menyaksikan Ari Lasso tampil secara langsung.
“Ini pertama kali saya menonton langsung. Perasaannya senang, meriah banget,” katanya.
Della mengaku ikut bernyanyi sepanjang konser bersama ribuan penonton. Baginya, energi yang memenuhi GOR Jayabaya menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan sekaligus menjadi penutup istimewa peringatan Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri.
Jurnalis: Anisa Fadila



