Sirkuit Bandara Dhoho Dipadati Pembalap, Ajang Drag Bike Ini Siapkan Bibit Menuju Kejurnas

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Deru knalpot memecah keheningan siang di kawasan Bandara Dhoho Kediri. Lintasan non permanen yang biasanya lengang mendadak berubah menjadi panggung adu kecepatan saat ratusan pembalap memacu motornya dalam ajang Rookie Drag Bike MH. Said Abdullah Series, Minggu (26/7).

Sekitar 500 starter dari berbagai daerah memadati arena. Mereka datang membawa satu tujuan: menyalurkan adrenalin di lintasan resmi, bukan di jalan raya. Kejuaraan ini pun menjadi upaya nyata mengurangi praktik balap liar sekaligus membuka ruang pembinaan bagi generasi muda pecinta otomotif.

Sebanyak 24 kelas dipertandingkan, mulai dari Rookie Ninja Sunmori, F1Z-R 125 cc Sunmori, Sport 2T 155 cc Sunmori, AG Style, Herex, Bebek 200 TU, Bracket 7,5 hingga 10 detik, hingga Mix Rider. Para peserta berasal dari berbagai daerah seperti Madura, Malang, Banyuwangi, hingga Semarang, Jawa Tengah. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp50 juta.

Kejuaraan dibuka Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto. Dalam sambutannya, ia mengajak para pegiat otomotif memanfaatkan fasilitas balap resmi agar aksi kebut-kebutan tidak lagi terjadi di jalan umum.

“Manfaatkan sarana otomotif ini sehingga tidak terjadi balap liar. Semoga ajang ini menginspirasi para drager untuk mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus melahirkan pembalap-pembalap baru dari Kabupaten Kediri,” ujar Dodi.

Ketua Panitia, Saiful Anwar, menjelaskan Rookie Drag Bike merupakan bentuk kepedulian Anggota DPR RI MH. Said Abdullah dalam menyediakan ruang positif bagi anak muda yang memiliki minat di dunia balap motor.

Menurut pria yang akrab disapa Ipung itu, seri Kediri menjadi putaran kedua setelah Surabaya. Sementara seri pamungkas dijadwalkan berlangsung di Pamekasan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian Bapak MH. Said Abdullah untuk mengantisipasi balap liar di Kediri dan sekitarnya. Sekaligus menjadi wadah bagi para pemuda yang ingin menyalurkan bakatnya di lintasan resmi,” kata Ipung.

Ia mengungkapkan antusiasme peserta melampaui ekspektasi. Dengan sekitar 500 starter, satu pembalap bahkan dapat mengikuti hingga sepuluh kelas berbeda, membuat persaingan di seluruh kategori berlangsung semakin kompetitif.

Apresiasi juga datang dari Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata. Menurutnya, kejuaraan tersebut bukan sekadar hiburan bagi pecinta otomotif, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet balap motor yang berkelanjutan.

“Antusiasmenya luar biasa. Harapannya kegiatan ini mampu menjadi wadah pembinaan pembalap berbakat di cabang olahraga bermotor. Ini menjadi sarana menyalurkan bakat dan hobi generasi muda ke arah yang lebih positif,” ujarnya.

Hakim menambahkan, kompetisi seperti Rookie Drag Bike menjadi ruang penting untuk menjaring bibit-bibit pembalap potensial yang nantinya dapat dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike. Ia berharap lahir pembalap-pembalap yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kediri di tingkat nasional hingga internasional.

Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, Rookie Drag Bike tidak hanya menghadirkan persaingan di atas lintasan, tetapi juga menjadi simbol bahwa gairah balap dapat disalurkan secara aman, sportif, dan berprestasi. Dari gemuruh mesin di Bandara Dhoho, harapan baru bagi dunia balap motor Kediri pun mulai melaju menuju garis masa depan.

jurnalis : Nanang Priyo Basuki

✓ Link berhasil disalin