KEDIRI – Pagi di Kota Kediri terasa berbeda. Derap langkah ratusan pelari berpadu dengan semangat yang mengalir di setiap ruas jalan dalam gelaran KNPI Run 2026. Tak sekadar menjadi ajang adu kecepatan sejauh tujuh kilometer, kegiatan yang diikuti sekitar 700 peserta ini menjelma sebagai kampanye nyata untuk mengajak generasi muda hidup lebih sehat, aktif, dan produktif.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengapresiasi penyelenggaraan KNPI Run yang dinilai mampu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat melalui olahraga sekaligus mempererat tali persaudaraan.
“KNPI Run ini menjadi ajang edukasi bagi masyarakat agar semakin semangat menjalani hidup sehat dan aktif di bidang olahraga. Semoga kegiatan ini juga menumbuhkan rasa persaudaraan serta melahirkan inovasi yang mampu mencetak berbagai prestasi,” ujarnya.
Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, mengatakan KNPI Run merupakan simbol semangat pemuda yang terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan generasi muda agar lebih aktif bergerak.
“Kami ingin membudayakan pemuda agar hidup sehat. Yang biasanya mager menjadi bergerak. Semoga kegiatan perdana ini bisa terus berlanjut karena antusias masyarakat sangat luar biasa,” katanya.
Ia menjelaskan, KNPI Run mengusung filosofi bahwa setiap langkah pemuda adalah pijakan menuju masa depan yang cerah, kreatif, dan produktif. Kesehatan, lanjutnya, menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu berkarya serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
“Melalui KNPI Run ini kami mengampanyekan hidup sehat. Kalau sehat, pikirannya juga lebih jernih sehingga bisa menjadi pemuda yang kreatif dan produktif serta ikut berkontribusi membangun Kota Kediri,” tuturnya.
Selain menjadi ajang kampanye hidup sehat, Munjidul berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan bibit-bibit atlet lari berbakat dari Kota Kediri. Antusiasme peserta pun datang dari berbagai daerah, tidak hanya Kota Kediri, tetapi juga Nganjuk, Tulungagung, Blitar, hingga Malang.
KNPI Run 2026 menempuh rute sejauh tujuh kilometer yang dimulai dari Taman Tirtayasa, melintasi Jalan PK Bangsa, Jembatan Brawijaya, kawasan Sekartaji, Kantor Pos, dan kembali finis di titik awal.
Seluruh peserta yang berhasil mencapai garis finis memperoleh medali finisher. Sementara para juara kategori putra dan putri mendapatkan uang pembinaan, masing-masing Rp1 juta untuk juara pertama, Rp750 ribu bagi juara kedua, dan Rp500 ribu untuk juara ketiga. Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize, mulai dari sepeda, sepatu lari, jersey, hingga hadiah menarik lainnya.
Sorotan juga tertuju pada Marthaliza Adinda Rahma, pelari muda berusia 12 tahun asal Malang yang sukses menjadi juara pertama kategori putri. Dengan catatan waktu sekitar 29 menit, ia kembali menambah daftar prestasinya setelah sebelumnya beberapa kali naik podium di berbagai ajang lari.
“Saya merasa sangat senang bisa meraih podium pertama. Strategi saya menjaga ritme lari tetap stabil dan mempertahankan pace rata-rata 4:04,” ungkap siswi kelas 1 SMP tersebut.
Marthaliza mengaku menjalani latihan secara disiplin setiap hari, mulai dari interval training, latihan tanjakan, hingga strength training. Sehari sebelum perlombaan, ia memilih melakukan easy run agar kondisi tubuh tetap prima saat bertanding.
Baginya, kemenangan di KNPI Run 2026 menjadi motivasi untuk terus berkembang sebagai atlet muda. Ia berharap semakin banyak kompetisi serupa digelar sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan sekaligus meraih prestasi.
Jurnalis: Navima Aulya Sava


