Jelang Pemilihan Ketua Umum PBNU, Suasana Muktamar ke-35 di Jombang Sempat Memanas

✓ Link berhasil disalin

JOMBANG — Kontestasi pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang semakin dinamis. Sejumlah nama tokoh NU disebut masuk dalam bursa calon ketua umum, sementara suasana di lokasi muktamar sempat diwarnai kericuhan menjelang proses pemilihan pada Minggu siang.

Kericuhan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tensi menjelang agenda pemilihan Ketua Umum PBNU. Situasi di lokasi sempat menjadi perhatian peserta dan pihak-pihak yang berada di sekitar arena muktamar.

Hingga tahap ini, setidaknya enam nama disebut sebagai kandidat kuat yang diperbincangkan dalam bursa Ketua Umum PBNU. Mereka adalah KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, KH Zulfa Mustofa, serta KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.

Gus Yahya Kembali Masuk Bursa

Ketua Umum PBNU petahana, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, kembali disebut dalam bursa pencalonan. Ia memiliki pengalaman memimpin PBNU pada periode sebelumnya dan membawa sejumlah agenda strategis serta konsolidasi organisasi.

Posisi sebagai petahana membuat Gus Yahya menjadi salah satu figur utama yang diperhitungkan dalam kontestasi kali ini.

Gus Yusuf Usung Rekonsiliasi

KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, juga masuk dalam pembicaraan pencalonan.

Nama Gus Yusuf dikaitkan dengan gagasan rekonsiliasi serta upaya menyatukan berbagai kekuatan di lingkungan NU. Basis pesantren dan pengalaman organisasinya menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperhitungkan.

Gus Kikin dan Gus Rozin

Dari unsur kepemimpinan wilayah, terdapat KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.

Gus Kikin merupakan Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang. Sementara Gus Rozin menjabat Ketua PWNU Jawa Tengah dan Katib Syuriah PBNU.

Keduanya memiliki pengalaman dalam struktur organisasi NU dan turut disebut dalam dinamika pencalonan Ketua Umum PBNU.

Zulfa Mustofa dan Gus Salam

Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa juga masuk dalam bursa kandidat. Pengalamannya di jajaran kepengurusan PBNU membuat namanya turut diperhitungkan dalam kontestasi.

Sementara itu, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, menjadi nama lain yang disebut dalam bursa.

Meski demikian, komposisi kandidat dan peta dukungan masih dapat berubah hingga proses pemilihan berlangsung. Dalam forum muktamar, keputusan akhir tetap bergantung pada mekanisme dan tahapan yang ditetapkan organisasi.

Kericuhan yang sempat terjadi juga menambah sorotan terhadap jalannya muktamar. Peserta dan publik kini menantikan bagaimana proses pemilihan Ketua Umum PBNU akan berlangsung serta siapa yang akhirnya memperoleh mandat memimpin organisasi untuk periode berikutnya.

jurnalis : Nanang Priyo Basuki