KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran birokrasinya. Sebanyak 184 pejabat resmi mendapat penugasan baru, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas hingga pejabat fungsional.
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Selasa (1/9).
Mutasi tersebut menjadi sorotan karena tidak hanya mengubah komposisi sejumlah jabatan strategis, tetapi juga memberi ruang bagi sejumlah perempuan untuk menempati posisi penting dalam struktur pemerintahan Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, penataan pejabat dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Upaya kita untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta upaya kita bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Vinanda.
Namun, para pejabat yang baru dilantik tidak diberikan waktu panjang untuk sekadar beradaptasi dengan posisi barunya. Vinanda meminta seluruh pejabat segera memahami persoalan yang berada di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), kemudian mencari solusi dan menjalankan target kerja yang telah ditetapkan.
Bahkan, 100 hari pertama menjadi periode penting yang harus dimanfaatkan untuk menunjukkan hasil kerja.
Vinanda secara khusus meminta persoalan kompleks di masing-masing OPD mulai ditangani sejak awal penugasan.
“100 hari pertama ini mereka harus bisa menyelesaikan masalah-masalah yang kompleks,” tegasnya.
Menurut Vinanda, perubahan kebutuhan masyarakat dan tantangan pemerintahan menuntut birokrasi untuk bergerak cepat. Karena itu, target kerja tidak boleh berhenti sebatas dipahami oleh pejabat yang bersangkutan, tetapi harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret.
Para pejabat baru dituntut bergerak, mencari jalan keluar atas persoalan yang ada, serta merealisasikan program dan target di lingkungan kerja masing-masing.
Dari total 184 pejabat yang dilantik, sebanyak 15 orang merupakan Pejabat Pimpinan Tinggi, 60 Pejabat Administrator, 77 Pejabat Pengawas, dan 32 Pejabat Fungsional.
Artinya, pergeseran tersebut mencakup hampir seluruh jenjang birokrasi di lingkungan Pemkot Kediri.
Vinanda juga mengungkapkan bahwa sejumlah posisi pelaksana tugas (Plt) akan segera diisi. Pengisian jabatan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan dilakukan melalui proses di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kondisi itu tidak lepas dari banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun maupun meninggal dunia pada tahun ini.
Di tengah perombakan tersebut, Vinanda menaruh harapan agar perubahan struktur birokrasi benar-benar berdampak terhadap kinerja pemerintahan.
Pelayanan publik ditargetkan dapat berjalan lebih cepat, transparan, akuntabel, dan profesional.
Dengan demikian, mutasi 184 pejabat tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kursi atau rotasi jabatan. Seratus hari pertama akan menjadi pembuktian apakah perombakan birokrasi tersebut mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kinerja Pemkot Kediri.
Daftar 15 Pejabat Pimpinan Tinggi yang Mendapat Penugasan Baru
- Bambang Priambodo, S.H., M.M. – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
- Chevy Ning Suyudi, S.T., M.T. – Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
- Mochamad Ferry Djatmiko, S.Sos., M.Si. – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja.
- Indun Munawaroh, S.STP. – Asisten Pemerintahan dan Kesra.
- Mohamad Ridwan, S.Sos., M.M. – Asisten Administrasi Umum.
- Ir. Un Achmad Nurdin, M.M. – Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga.
- Drs. Hery Purnomo – Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan.
- Rony Yusianto, S.Sos. – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
- Arief Cholisudin Yuswanto, S.STP., M.M. – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
- Sugeng Wahyu Purba Kelana, S.E., M.Si. – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
- Zachrie Ahmad, S.Sos., M.M. – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
- Bagus Alit, S.E., M.M. – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
- Drs. Syamsul Bahri, M.M. – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
- Eko Lukmono Hadi, S.Sos., M.M. – Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
- Mohamad Anang Kurniawan, S.STP., M.M. – Sekretaris DPRD.
Berdasarkan catatan redaksi ; Perombakan tersebut menjadi langkah besar Pemkot Kediri dalam menata kembali birokrasi. Dengan target kerja yang langsung dibebankan sejak awal, perhatian kini tertuju pada seberapa cepat para pejabat baru mampu menjawab persoalan di OPD masing-masing dalam 100 hari pertama.
Jurnalis: Anisa Fadila



