KEDIRI — Puluhan truk pengangkut pasir berkumpul di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Selasa (1/9/2026). Mereka bersiap menggelar aksi ke kantor Hastari Jaya Sentosa, menyusul persoalan pembayaran material pasir untuk kebutuhan proyek jalan tol yang disebut belum terselesaikan.
Nilai tunggakan yang dipersoalkan para pemasok disebut mencapai Rp2 miliar. Para pemasok menuntut agar kewajiban tersebut dibayarkan secara penuh tanpa potongan.
Tubagus Fitrajaya, salah seorang pihak yang menyuarakan tuntutan tersebut, menegaskan bahwa rencana mediasi tidak menyurutkan niat massa untuk menggelar aksi.
Menurutnya, para pemasok tetap akan mendatangi kantor Hastari Jaya Sentosa apabila belum ada kepastian penyelesaian pembayaran.
«“Kemarin memang ada kabar akan dimediasi, namun kami nyatakan kurang satu sen pun, kami akan tetap menggelar aksi,” tegas Tubagus.»
Ia mengatakan, massa yang telah berkumpul di kawasan SLG selanjutnya akan bergerak menuju kantor Hastari Jaya Sentosa. Jika tidak ditemukan titik temu, aksi akan dilanjutkan ke kantor DPRD.
“Hari ini kami telah berkumpul dan akan menuju ke kantor Hastari, kemudian dilanjutkan ke kantor dewan jika tidak ada titik temu,” lanjutnya.
Situasi di sekitar lokasi juga mendapat perhatian aparat keamanan. Sejumlah personel gabungan dari Polres Kediri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan terlihat melakukan pengamanan.
Penjagaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri AKBP M. Wahyudin Latif. Kehadiran aparat dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas selama berlangsungnya aksi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Hastari Jaya Sentosa melalui Bima selaku humas belum memberikan keterangan terkait persoalan pembayaran yang dipersoalkan para pemasok.
Aksi puluhan truk pasir ini pun menjadi perhatian, mengingat nilai tunggakan yang disebut mencapai miliaran rupiah dan tuntutan pemasok yang meminta pembayaran dilakukan secara penuh.
jurnalis : Nanang Priyo Basuki



