Suasana tasyakuran digelar keluarga besar Panji Laras (Nanang Priyo Basuki)

Tasyakuran Penuh Makna, Doa AKMIL Disampaikan Dandim Kediri untuk Putri Pendiri Panji Laras Berulangtahun

Bagikan Berita :

KEDIRI — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Grand Panglima Resto Kediri, Jumat (27/02). Di tempat itu, sejumlah tokoh penting Kediri berkumpul dalam sebuah acara santunan anak yatim piatu yang dikemas sederhana namun sarat makna.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hardiansyah, Waka Polres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata, sejumlah tokoh LSM, perwakilan media, serta keluarga besar Paguyuban Seni Budaya dan Olahraga, Panji Laras.

Acara ini digelar sebagai bentuk tasyakuran atas genap usia 17 tahun Nakeisha Clairine Rivi Puteri. Remaja yang kini duduk di bangku SMAN 2 Kediri itu merupakan putri kedua pasangan Ir. Hari Siswanto, ST, MM dan Febvi Lidiarvina, pendiri Panji Laras. Turut mendampingi, sang kakak Ryan Vijaya yang sehari-hari menjabat Sekretaris Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih.

Meski tanpa kemewahan berlebihan, suasana terasa khidmat. Santunan kepada anak-anak yatim menjadi inti acara, menegaskan bahwa syukur tak selalu dirayakan dengan gemerlap, melainkan dengan berbagi.

Yang menarik, doa khusus disampaikan langsung oleh Dandim 0809 Kediri kepada Nakeisha yang tengah berulang tahun. Dengan suara mantap, Letkol Inf. Dhavid menyampaikan harapan agar Nakeisha kelak diterima di Akademi Militer (AKMIL) setelah lulus dari SMA.

“Semoga yang berulang tahun, saya dukung dan doakan diterima sebagai AKMIL,” ucapnya.

Suasana seketika dipenuhi ucapan “Aamiin” yang bergema, seolah menjadi restu kolektif bagi langkah masa depan sang remaja.

Bagi keluarga, momentum ini bukan sekadar perayaan pertambahan usia. Hari Siswanto, yang sehari-hari menjabat Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kediri, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kebersamaan yang selama ini terjalin.

Menurutnya, acara buka bersama dan santunan anak yatim ini merupakan agenda resmi digelar keluarga besarnya. Sebagai bentuk wujud rasa syukur sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi.

“Kita semua saudara. Semoga yang hadir dijadikan umat yang urip bedjo mulyo dunyo akherot,” ungkapnya penuh harap, mengutip kalimat kerap diucapkan almarhum KH Dauglas Toha Yahya atau akrab disapa Gus Lik.

Ungkapan tersebut menjadi penutup yang indah dalam pertemuan sore itu. Di antara doa, santunan, dan kebersamaan, tersirat pesan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari berbagi serta menjaga persaudaraan.

Di usia 17 tahun—usia yang sering disebut sebagai gerbang kedewasaan—Nakeisha tak hanya menerima ucapan selamat. Ia juga menerima doa, harapan, dan restu dari banyak pihak. Sebuah awal langkah menuju masa depan yang, semoga, setegap doa yang telah dipanjatkan untuknya. (*)

Bagikan Berita :