KEDIRI – Laga final Wali Kota Cup 2026 menghadirkan drama luar biasa. Tim voli putra Kelurahan Ngampel berhasil melakukan comeback spektakuler setelah tertinggal dua set lebih dulu sebelum akhirnya menumbangkan Kelurahan Betet dengan skor 3-2 di Lapangan Voli Omah Sawah, Sabtu (1/8) malam.
Betet tampil dominan pada awal pertandingan dengan merebut dua set pertama, masing-masing 25-19 dan 32-30. Namun, Ngampel menunjukkan mental juara.
Perlahan mereka bangkit dan menyapu tiga set berikutnya dengan skor 24-21, 25-23, dan 16-14 untuk memastikan trofi Piala Bergilir Wali Kota Cup 2026 jatuh ke tangan mereka.
Ketua Harian PBVSI Kota Kediri, Heru Wijaya, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang memadati arena pertandingan selama turnamen berlangsung. Menurutnya, dukungan suporter menjadi bukti bahwa olahraga bola voli memiliki tempat istimewa di hati warga Kota Kediri.
“Hal tersebut membuktikan bahwa olahraga bola voli benar-benar dicintai oleh masyarakat Kota Kediri,” ujar Heru.
Ia berharap semangat masyarakat tersebut dapat menjadi dorongan bagi perkembangan bola voli di Kota Kediri sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi.
Senada dengan itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai Wali Kota Cup bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Turnamen ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Semoga apa yang telah kita laksanakan bersama memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi awal lahirnya atlet-atlet bola voli berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Kediri,” katanya.
Di balik keberhasilan meraih gelar juara, perjalanan Ngampel ternyata tidak mudah. Tim ini sempat vakum sekitar satu setengah bulan sebelum kembali aktif mengikuti Wali Kota Cup 2026.
Official tim Ngampel, Bayu Hari Prasetyo, mengungkapkan kebangkitan tim diawali dengan persiapan yang disiplin melalui latihan rutin tiga kali dalam sepekan yang dipadukan dengan latihan fisik mandiri para pemain.
Pada partai final, kondisi semakin sulit ketika Ngampel tertinggal 0-2. Namun, alih-alih menyerah, tim memilih mengubah strategi permainan dan terus menjaga semangat hingga mampu membalikkan keadaan.
“Tadi sempat tertinggal 2-0. Di situ saya dan teman-teman tidak patah semangat. Kami mengubah strategi dan alhamdulillah bisa membalikkan keadaan hingga menjadi juara,” ungkap Bayu.
Menurutnya, keberhasilan tim tidak lepas dari kekompakan, keyakinan, doa, dan semangat juang seluruh pemain.
Skuad Ngampel sendiri diperkuat kombinasi pemain lokal Kelurahan Ngampel dengan sejumlah atlet dari luar daerah. Bahkan, beberapa nama yang telah dikenal di level nasional turut memperkuat tim, di antaranya Doni Haryono, Rama Faza Fauzan, Putra Bagus, dan Fahreza Raka.
Bayu berharap Wali Kota Cup dapat terus digelar setiap tahun sebagai wadah pembinaan atlet bola voli antar-kelurahan. Ia juga berharap perhatian terhadap pembinaan olahraga voli di Kota Kediri semakin meningkat sehingga mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



