KEDIRI – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polres Kediri Kota menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, serta sejumlah instansi terkait. Pertemuan yang berlangsung di Mapolres Kediri Kota pada Rabu (11/3) ini bertujuan mematangkan kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kota Kediri.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar pengamanan selama masa Lebaran dapat berjalan optimal.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Dalam rapat tersebut, Kapolres juga menekankan kepada seluruh personel agar mengoptimalkan layanan Call Center 110 sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, terutama selama periode mudik.
“Jika ada masyarakat menghubungi 110, anggota Samapta agar mengarahkan ke Pos Pengamanan atau Polsek terdekat. Kendaraan patroli juga kita siagakan di pos untuk merespons laporan masyarakat dengan cepat,” tegasnya.
Ia juga meminta komunikasi antar petugas di lapangan tetap aktif melalui handy talky (HT), sehingga koordinasi dapat berjalan cepat apabila terjadi situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas maupun kebakaran.
Kapolres menambahkan, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan Wali Kota Kediri terkait kemungkinan integrasi layanan Call Center 110 milik kepolisian dengan layanan darurat Lapor Mbak Wali 112 milik Pemerintah Kota Kediri.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Mbak Wali mengenai integrasi layanan 110 dengan 112. Jika memungkinkan, anggota piket kami siap ditempatkan di command center 112 Pemkot,” jelasnya.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, Polres Kediri Kota akan mendirikan delapan pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis.
Pos tersebut meliputi Pos Pam Bence, Pos Pam Terminal, Pos Pam Jalan Ahmad Yani, Pos Pam Mojoroto, Pos Pam Gringging, Pos Pam Terpadu Jalan Dhoho, Pos Pelayanan Alun-alun, serta Pos Pelayanan Bandara Dhoho.
Selain itu, sejumlah ruas jalan yang diperkirakan berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas juga telah dipetakan. Di antaranya Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dhoho, serta kawasan Alun-alun Kota Kediri.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memanfaatkan layanan penitipan kendaraan maupun rumah di kantor polisi terdekat.
“Masyarakat yang akan mudik bisa menitipkan motor atau bahkan rumah di Polsek terdekat. Setelah itu akan kami patroli secara berkala,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa peningkatan volume kendaraan biasanya mulai terasa sekitar 10 hari menjelang Lebaran. Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri turut menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyiagakan ATCS serta layanan Lapor Mbak Wali 112. Di tingkat kelurahan juga tersedia mobil mobmas untuk membantu pelayanan kepada warga,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektoral serta optimalisasi layanan darurat tersebut, diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Lebaran di Kota Kediri dapat merasa lebih aman dan nyaman.



