Berawal Dua Jurusan, Kini Jadi Enam Keahlian: Transformasi SMK Al Huda Kediri Menjawab Tantangan Industri

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di sebuah ruang kelas, ilmu pengetahuan bertumbuh. Di bengkel praktik, keterampilan ditempa. Namun di balik semua itu, ada sesuatu yang lebih sunyi sedang dibangun: karakter. Sebab masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecakapan bekerja, tetapi juga oleh integritas yang dibawa seseorang ketika melangkah ke tengah masyarakat.

Semangat itulah yang terus dijaga SMK Al Huda Kediri, sekolah vokasi yang sejak berdiri pada 1989 berkomitmen menyeimbangkan pendidikan berbasis teknologi dengan pembentukan akhlak peserta didik.

Pelaksana Tugas Kepala SMK Al Huda Kediri sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arief Setyawan, mengatakan perjalanan sekolah dimulai dengan dua jurusan, yakni Teknik Listrik dan Teknik Mekanik Umum. Seiring berkembangnya kebutuhan dunia usaha dan industri, sekolah kini memiliki enam konsentrasi keahlian, yaitu Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Produksi Film.

“Perkembangan jurusan kami mengikuti dinamika kebutuhan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Al Huda memiliki 925 peserta didik yang terbagi dalam 32 rombongan belajar, didukung oleh 58 guru dan 34 tenaga kependidikan.

Menurut Arief, arah pendidikan di SMK Al Huda tidak semata mengejar penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), tetapi juga memperkuat iman dan takwa (IMTAQ). Keduanya dipandang sebagai dua fondasi yang saling melengkapi dalam membentuk lulusan yang profesional sekaligus berkarakter.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan sarana pembelajaran yang terus diperbarui, tenaga pendidik bersertifikat sesuai bidang keahlian, hingga pembiasaan budaya disiplin dan budaya 5S—Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Di sisi lain, sekolah juga menanamkan nilai-nilai religius melalui salat Dhuha berjamaah, salat Zuhur berjamaah, serta kegiatan istigasah yang digelar secara berkala setiap tiga bulan.

Pendidikan karakter tidak berhenti di lingkungan sekolah. SMK Al Huda secara rutin menggelar program parenting pada awal tahun ajaran dengan menghadirkan tokoh agama maupun motivator guna memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi perkembangan peserta didik.

Pada sektor vokasi, SMK Al Huda memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai perusahaan. Jurusan Teknik Sepeda Motor bekerja sama dengan Honda melalui penyelarasan kurikulum dan sertifikasi kompetensi. Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan menjalin kolaborasi dengan Axioo dan Samsung, sedangkan Program Produksi Film bermitra dengan Radar Kediri dan JTV melalui penyelarasan kurikulum, guru tamu, hingga sertifikasi industri.

Keunggulan lainnya terdapat pada Jurusan Teknik Pemesinan yang telah didukung fasilitas praktik modern, termasuk mesin Computer Numerical Control (CNC) untuk menyiapkan lulusan menghadapi kebutuhan industri manufaktur berbasis teknologi.

Upaya tersebut membuahkan berbagai capaian. Pada 2026, siswa SMK Al Huda berhasil meraih Juara II Nasional Honda School Contest kategori Mekanik Honda. Setahun sebelumnya, guru SMK Al Huda juga sukses meraih Juara I Nasional Honda School Contest.

Selain prestasi akademik dan vokasi, sekolah juga ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang aktif mengembangkan layanan bimbingan konseling, pendidikan karier, serta edukasi mengenai perundungan dan berbagai persoalan sosial remaja.

Fasilitas penunjang pendidikan pun terus diperkuat melalui ruang praktik yang representatif, balai kesehatan sekolah, hingga perlindungan asuransi bagi seluruh warga sekolah sebagai bentuk mitigasi terhadap risiko kecelakaan, termasuk saat praktik kerja.

Transformasi digital juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Guru memanfaatkan modul elektronik, video pembelajaran, serta berbagai platform digital, sementara peserta didik dikenalkan dengan teknologi informasi sejak kelas X melalui mata pelajaran informatika.

Hasilnya, sekitar 70 persen lulusan langsung terserap di dunia kerja, 25 persen memilih berwirausaha, dan 5 persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurut Arief, dunia industri memberikan apresiasi terhadap lulusan SMK Al Huda karena dinilai memiliki kemampuan beradaptasi, mudah bekerja sama, serta menjunjung etika dalam lingkungan kerja.

Meski demikian, tantangan terbesar justru muncul ketika peserta didik kembali ke lingkungan sosial di luar sekolah.

“Siswa berada di sekolah hanya dari pagi hingga sore. Setelah itu mereka kembali ke lingkungan masing-masing. Karena itu kami terus memperkuat sinergi dengan orang tua agar pendidikan karakter yang ditanamkan di sekolah dapat terus berlanjut di rumah,” katanya.

Ke depan, SMK Al Huda Kediri menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi vokasi, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, integritas, dan kepedulian sosial sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri maupun masyarakat luas.

jurnalis : Navima Aulya Sava

✓ Link berhasil disalin