foto : Sigit Cahya Setyawan

Polisi Buru Pelaku Begal Payudara Terhadap Siswi Bawah Umur di Tempurejo

KEDIRI – Aksi dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Kediri tepatnya Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren, Selasa (10/2) siang. Sejumlah siswi sekolah dasar menjadi korban dalam peristiwa yang diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Mendapat laporan, pihak Polres Kediri Kota langsung diperintahkan memburu dan mengamankan pelaku dalam tempo secepatnya.

Salah satu orang tua korban, menuturkan kejadian bermula saat putrinya, Mawar (nama samaran), siswi kelas 5 SD, pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban pulang sendiri jalan kaki.

“Anak saya dipepet bapak-bapak, ditanya alamat. Setelah itu langsung payudaranya dipegang, lalu pelaku kabur ke arah selatan,” ujar Ibu Korban (12/02).

Tak hanya Mawar, dua teman sekolahnya juga mengaku mengalami tindakan tak senonoh dari pria yang sama. Kepada orang tuanya, kedua anak tersebut menyebut pelaku sempat memperlihatkan alat vitalnya. Kejadian itu terjadi di lokasi berbeda, namun waktunya berdekatan.

“Teman anak saya bilang juga ada laki-laki memperlihatkan alat vital. Mereka takut lalu lari. Pelakunya juga ke arah selatan. Waktunya terpaut beberapa menit saja,” tambahnya.

Ibu korban lantas menelusuri rekaman CCTV di sekitar rumahnya. Meski CCTV di dekat lokasi kejadian dalam kondisi rusak, rekaman dari titik lain memperlihatkan pria dengan ciri-ciri yang disebutkan korban, yakni bertubuh gemuk, mengenakan jaket biru, dan mengendarai motor matik.

“Saya screenshot dan tunjukkan ke anak saya, dia gemetar dan bilang itu orangnya. Saya kirim juga ke teman-temannya, dan mereka membenarkan pelakunya sama,” ungkap nya.

Selain di Tempurejo, dugaan kasus serupa juga terjadi di kelurahan Betet pada hari yang sama, namun berbeda waktu. Informasi yang dihimpun menyebut ada dua siswi SD yang menjadi korban, masing-masing mengalami dugaan perabaan payudara dan kemaluan.

Akibat kejadian tersebut, Mawar mengalami trauma. Meski tetap bersekolah, korban disebut sempat tidak fokus dan kerap melamun saat mengingat kejadian itu.

“Kalau ditanya sudah agak lega, tapi kadang bangun tidur melamun sendiri. Trauma pasti masih ada,” jelas sang Ibu.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata saat dikonfirmasi Kamis sore (12/02) menyebut pihaknya melakukan pendalaman terhadap kasus ini.

“Kami sudah monitor. Hari ini anggota sudah mendatangi orang tua korban. Doakan saja segera terungkap,” terangnya.

Terkait penanganan korban kini dituturkan sang ibu, telah mendapatkan pendampingan dari satgas PPA kecamatan pesantren.

Jurnalis: Sigit Cahya Setyawan