KEDIRI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memproyeksikan puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada H-2 Lebaran, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada H+7.
Hingga pertengahan Februari, penjualan tiket periode Angkutan Lebaran untuk H-10 hingga H+10 atau mulai 11 Maret sampai 1 April 2026 menunjukkan tren positif. Tercatat sekitar 47 ribu tiket telah terjual untuk wilayah Daop 7 Madiun yang mencakup lintasan Blitar hingga Jombang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, saat dikonfirmasi pada Rabu (12/02) menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan layanan angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami sudah melakukan sejumlah persiapan, baik dari sisi pelayanan, sarana, maupun prasarana untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran tahun ini,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas layanan, KAI juga memberi perhatian khusus pada aspek keselamatan perjalanan, terutama karena periode mudik tahun ini masih berada dalam musim penghujan. Sejumlah petugas tambahan telah disiagakan di titik-titik rawan, termasuk di beberapa Jalur Perlintasan Langsung (JPL) yang dinilai memiliki potensi gangguan.
“Memasuki musim penghujan, kami menyiapkan petugas tambahan untuk pengamanan jalur khusus maupun JPL tertentu sebagai langkah antisipasi,” tambah Tohari.
Untuk mengakomodasi potensi lonjakan jumlah penumpang, KAI Daop 7 Madiun menambah kapasitas tempat duduk sekitar 1 hingga 4 persen dari total kursi yang tersedia. Tak hanya itu, empat perjalanan kereta api tambahan juga disiapkan guna mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.
Empat perjalanan tambahan tersebut terdiri dari dua KA Brantas dan dua KA Gajayana, masing-masing melayani rute dari arah barat dan timur.
Terkait tarif, KAI memastikan harga tiket tetap mengacu pada ketentuan tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) yang telah ditetapkan pemerintah. Masyarakat pun diimbau untuk melakukan pemesanan lebih awal guna mendapatkan pilihan harga yang lebih terjangkau.
“Harga tiket tetap mengikuti ketentuan TBB dan TBA. Semakin cepat melakukan pemesanan, peluang mendapatkan tarif yang lebih kompetitif tentu semakin besar,” tegasnya.
Dengan tren penjualan tiket yang terus meningkat, KAI Daop 7 Madiun optimistis pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan tertib dan lancar. Dukungan kesiapan sarana, prasarana, serta personel di lapangan diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi para pemudik.









