KEDIRI – Stadion Brawijaya menjadi saksi duel panas penuh gengsi antara Persik Kediri melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (20/02).
Pertandingan berjalan terbuka sejak menit pertama, menghadirkan tujuh gol dalam drama saling balas yang memikat. Namun di tengah sorak-sorai pendukung, Macan Putih harus menerima pil pahit setelah tumbang 3-4 di kandang sendiri.
Sejak kick-off, Bhayangkara langsung menekan dengan tempo tinggi. Lini belakang Persik dipaksa bekerja keras menghadapi agresivitas lawan.
Gol pembuka lahir cepat di menit ke-8, ketika Slavko Damjanovic memanfaatkan kemelut bola mati hasil eksekusi Moussa Sidibe. Skor berubah 0-1 untuk tim tamu.
Tertinggal satu gol, Persik mulai menemukan ritme pada pertengahan babak pertama. Sundulan Hamra Hehanussa dan sepakan Ezra Wallian sempat mengancam, namun kiper Aqil Saviq tampil sigap.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-33 melalui aksi Kiko Carneiro. Tendangan melengkung dari luar kotak penalti memaksa bola bersarang di gawang Bhayangkara. Skor pun imbang 1-1.
Sayangnya, keunggulan mental itu tak bertahan lama. Bhayangkara kembali memimpin lewat skema sepak pojok pada menit ke-38. Sundulan Nehar Sadiki gagal diamankan Leo Navvachio, membawa tim tamu unggul 1-2 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persik tampil lebih berani. Hanya enam menit setelah restart, Jose Enrique mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2.
Namun Bhayangkara menunjukkan ketajaman serangan balik. Pada menit ke-59, Privat Mbarga menuntaskan umpan Moussa Sidibe dan mengubah skor menjadi 2-3.
Persik tak kehilangan semangat. Lima menit berselang, Ernesto Gomes melepaskan tembakan akurat yang kembali menyamakan skor 3-3. Momentum sempat berpihak kepada tuan rumah yang terus menggempur pertahanan Bhayangkara.
Pelatih Persik mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan Rodrigo Dias menggantikan Jose Enrique pada menit ke-81. Namun di tengah upaya menyerang, justru serangan balik Bhayangkara menjadi petaka. Pada menit ke-87, Cedric Henry menuntaskan umpan Privat Mbarga dan membawa tim tamu unggul 3-4.
Drama belum usai. Di masa akhir laga, Kiko Carneiro harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah dari wasit Yudi Nurcahya. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-4 tetap bertahan.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Persik Kediri. Meski tiga kali mampu menyamakan kedudukan, rapuhnya lini pertahanan membuat poin penuh melayang dari kandang sendiri. Sebuah pelajaran pahit yang harus segera dijadikan bahan evaluasi sebelum pertandingan berikutnya.









