foto : Wildan Wahid Hasyim

Heboh! 6 Siswa MI di Kediri Diduga Keracunan MBG, Ibu Korban: “Rasa Ayamnya Aneh”

Bagikan Berita :

KEDIRI — Makan siang yang seharusnya mengenyangkan berubah menjadi mimpi buruk bagi sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Enam anak diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (27/4/2026). Lima di antaranya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Simpang Lima Gumul (SLG) hingga Selasa (28/4).

Gejala muncul tak lama setelah jam makan siang. Para siswa mengeluh mual hebat, nyeri perut, hingga muntah-muntah — bahkan ada yang tak sanggup menahan mual di perjalanan pulang ke rumah.

Direktur RS SLG, dr. Tony Widyanto, membenarkan seluruh pasien masuk dengan keluhan serupa dan langsung ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Total ada enam pasien yang masuk. Satu sudah dipulangkan, lima lainnya masih dirawat. Kondisi awalnya mual dan muntah, kemudian kita tangani dengan infus dan obat. Saat ini kondisinya sudah membaik, sudah tidak mual muntah dan sudah mulai bisa makan serta minum,” jelasnya.

Kabar baiknya, seluruh pasien dalam kondisi sadar penuh sejak pertama kali tiba di rumah sakit dan tidak ada yang mengalami penurunan kesadaran. Dokter Tony menyebut kelima anak masih dalam tahap observasi untuk memastikan tidak ada gejala susulan sebelum diizinkan pulang.

“Kalau dalam observasi tidak ada keluhan lagi dan sudah bisa makan minum dengan baik, kemungkinan bisa dipulangkan. Bisa hari ini atau mungkin perlu satu hari lagi,” tambahnya.

Meski secara klinis dugaan mengarah ke keracunan makanan, diagnosis pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak berwenang.

“Ayamnya Rasanya Agak Aneh”

Kesaksian paling mengejutkan datang dari Ari Setiarini (35), warga Desa Tugurejo dan orang tua salah satu korban. Ia menuturkan anaknya belum mengonsumsi apa pun sejak pagi hari sebelum menyantap menu MBG di sekolah.

“Dari pagi memang belum makan, makannya dari MBG itu. Setelah itu mual, sakit perut, sampai muntah-muntah. Di jalan pulang juga muntah,” ungkap Ari dengan nada khawatir.

Yang membuat Ari curiga, ia sempat mencicipi sisa makanan yang dibawa pulang anaknya. Menu hari itu terdiri dari nasi, ayam suwir, tahu goreng, terong goreng, buah salak, dan susu kotak. Satu komponen langsung menarik perhatiannya.

“Kalau menurut saya, mungkin dari ayamnya, rasanya agak aneh. Tapi itu juga belum pasti,” katanya hati-hati.

Kini Ari mengambil langkah antisipatif. Ia memilih menyiapkan bekal sendiri dari rumah daripada membiarkan anaknya kembali mengonsumsi menu MBG — setidaknya sampai ada kejelasan dari hasil investigasi.

“Harus dievaluasi lagi. Anak-anak kan belum bisa membedakan makanan itu layak atau tidak. Untuk sementara lebih aman bawa bekal dari rumah,” tegasnya.

Sampel Makanan Sudah di Tangan Dinkes

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tugurejo — unit yang bertanggung jawab atas distribusi MBG di wilayah tersebut — menyebut dari total 2.761 penerima MBG yang dilayani di 18 titik distribusi, hanya lima siswa yang dilaporkan mengalami gejala serupa. Angka itu terbilang kecil secara proporsi, namun tetap memicu perhatian serius.

“Sampel makanan sudah diambil oleh Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium. Saat ini masih dalam proses untuk memastikan penyebabnya,” ungkap perwakilan SPPG Tugurejo saat dikonfirmasi di lokasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri kini tengah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri sumber pasti dugaan keracunan tersebut, termasuk mengkaji apakah menu MBG yang dikonsumsi para siswa menjadi penyebab utama.

Hasil uji laboratorium ditunggu sebagai penentu langkah selanjutnya — apakah program MBG di wilayah ini perlu dievaluasi, atau ada faktor lain di luar menu yang menjadi pemicu insiden ini.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :