KEDIRI – Setiap langkah besar selalu berawal dari pijakan yang sederhana. Bagi Jatmiko, M.Pd., perjalanan itu dimulai dari ruang kelas sebagai guru honorer. Bertahun-tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan, ia kini dipercaya memimpin SMKN 1 Kras, Kabupaten Kediri, sekaligus membawa sekolah tersebut berkembang menjadi salah satu sekolah vokasi yang konsisten mencetak lulusan berprestasi dan siap bersaing di dunia kerja, bahkan hingga mancanegara.
Pria kelahiran Gurah, Kabupaten Kediri, itu mengawali karier sebagai guru swasta di SMK Krian 1 Sidoarjo pada 1995. Sekitar satu setengah tahun kemudian, ia diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ditempatkan di SMP Negeri 5 Situbondo.
Meski harus bertugas di kota yang berjarak ratusan kilometer dari tempat tinggalnya, kecintaannya terhadap dunia mengajar membuat Jatmiko tetap mengajar di SMK Krian selama dua tahun. Jarak yang jauh tak pernah menjadi alasan untuk mengurangi dedikasinya.
Pada 1999, ia dimutasi ke SMKN 1 Kota Kediri. Di sekolah tersebut, kariernya terus berkembang. Selama sembilan tahun, ia dipercaya mengemban berbagai amanah, mulai dari wali kelas, ketua program keahlian, hingga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
Setelah mengikuti seleksi kepala sekolah, Jatmiko dipercaya memimpin SMKN 1 Purwoasri pada 2022. Kariernya kemudian berlanjut di SMKN 1 Grogol sebelum akhirnya menjabat Kepala SMKN 1 Kras.
Lulusan S1 IKIP Surabaya dan S2 Universitas Negeri Malang itu mengaku dunia pendidikan telah menjadi bagian dari hidupnya sejak masih duduk di bangku kuliah. Saat menjadi mahasiswa Teknik Tenaga Listrik, ia aktif mengajar siswa STM yang menjalani praktik di kampus, membuka les mata pelajaran umum, hingga mengajar komputer demi menambah pengalaman.
“Yang paling saya nikmati justru saat mengajar. Bertemu siswa, bercanda dengan mereka, itu menjadi hiburan tersendiri. Kalau sudah menjadi passion, capek dan jauhnya perjalanan tidak terasa,” ujar Jatmiko.
Di bawah kepemimpinannya, SMKN 1 Kras terus menunjukkan perkembangan positif. Sekolah kini memiliki empat konsentrasi keahlian, yaitu Teknik Pemanasan Tata Udara dan Pendinginan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Kuliner.
Dari seluruh program tersebut, jurusan TKJ masih menjadi pilihan utama calon peserta didik. Namun, jurusan Kuliner yang sebelumnya kurang diminati kini mulai menarik perhatian masyarakat setelah para siswanya berhasil menorehkan berbagai prestasi. Capaian tersebut dipublikasikan melalui media sosial sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Tak hanya memperkuat kualitas pembelajaran di kelas, SMKN 1 Kras juga membangun kemitraan dengan berbagai dunia usaha, dunia industri, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Melalui kolaborasi tersebut, lulusan sekolah rutin direkrut perusahaan nasional, seperti Indomaret dan Astra.
Bahkan, setiap tahun terdapat lulusan yang berhasil berangkat bekerja ke Jepang.
Untuk mendukung peluang tersebut, sekolah membuka program peminatan Bahasa Jepang sejak empat tahun terakhir. Peserta didik yang memiliki cita-cita bekerja di Negeri Sakura mendapatkan pembinaan sejak awal, mulai dari kemampuan berbahasa hingga kesiapan fisik sesuai kebutuhan dunia kerja.
Prestasi sekolah juga terus bertambah. SMKN 1 Kras pernah meraih Juara III Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur dan mewakili Jawa Timur pada kompetisi tingkat nasional. Selain itu, sekolah juga berhasil meraih Juara III School Religious Culture tingkat Provinsi Jawa Timur.
Komitmen terhadap pendidikan karakter diwujudkan melalui berbagai program ramah lingkungan. Siswa diajak memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam untuk membudidayakan kacang, ketela, dan terong, sekaligus mengembangkan budidaya ikan lele sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.
“Sekolah kami juga telah menerapkan kebijakan membawa botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik serta membatasi penggunaan gawai dengan mengumpulkan telepon seluler selama proses belajar berlangsung,” jelasnya.
Meski berada di kawasan perbatasan Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Blitar, mayoritas peserta didik berasal dari Kabupaten Kediri. Pada tahun ajaran baru ini, SMKN 1 Kras menerima 428 siswa baru sehingga total jumlah peserta didik mencapai 1.182 siswa.
Bagi Jatmiko, ukuran keberhasilan sekolah tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya piala yang dipajang di etalase. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika lulusan mampu melangkah mantap menuju dunia kerja, melanjutkan pendidikan, membangun usaha sendiri, bahkan bersaing di tingkat internasional.
Dengan semangat tersebut, ia terus membawa SMKN 1 Kras menjadi sekolah vokasi yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan industri, sekaligus semakin dipercaya masyarakat sebagai tempat lahirnya generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.
Jurnalis: Sigit Cahya Setyawan



