KEDIRI — SPPG Palmturi Mawar Mojoroto tidak hanya berfungsi sebagai dapur pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan warga sekitar. Sejak mulai dibuka pada Selasa (13/1), dapur ini melibatkan masyarakat setempat sebagai relawan, memberi ruang partisipasi aktif sekaligus kesempatan belajar dalam program peningkatan kesehatan dan kesejahteraan komunitas.
Ketua Yayasan Palmturi Mulia Jaya sekaligus pengelola SPPG Palmturi Mawar, Wahab CB, menyampaikan bahwa seluruh aspek legalitas dan perizinan telah dipenuhi sejak awal. Proses tersebut mencakup persyaratan administratif hingga teknis operasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menjelaskan, rekrutmen relawan dilakukan secara terbuka dengan sistem kuota yang mengutamakan keterlibatan warga sekitar. Dari total relawan yang direkrut, 50 persen berasal dari lingkungan sekitar SPPG, 30 persen dari keluarga besar Palmturi, dan 20 persen dari masyarakat umum.
“Skema ini kami terapkan agar keberadaan SPPG benar-benar memberi dampak langsung bagi warga sekitar, sekaligus membuka kesempatan partisipasi yang lebih luas,” ujarnya.
Sebanyak 47 relawan telah direkrut untuk mendukung operasional dapur dengan kapasitas layanan sekitar 3.000 porsi. Dari sisi administrasi dan kesiapan sumber daya manusia, seluruh unsur dinyatakan siap. Para relawan juga telah dibekali pelatihan oleh Dinas Kesehatan tingkat kota maupun kabupaten guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.
Sementara itu, PAC SPPG Palmturi Mawar Mojoroto, Sri Yulistiani, menyampaikan bahwa secara internal seluruh komponen pendukung telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari tenaga kerja hingga sarana operasional. Meski demikian, pelaksanaan layanan secara penuh masih menunggu arahan resmi dari pusat.
“Kami berharap dalam waktu dekat sudah ada arahan lanjutan, sehingga operasional dapat segera berjalan secara optimal,” katanya.
Prioritas Mutu Layanan

Dari sisi teknis, Kepala SPPG Palmturi Mawar Mojoroto, Arum Dwi Aprilia, menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui pengelolaan dapur yang tertib, higienis, dan berorientasi pada mutu layanan.
Ia menambahkan, koordinasi antartim menjadi kunci utama agar seluruh proses pemenuhan gizi berjalan sesuai standar. Pengawasan ketat dilakukan sejak penerimaan bahan baku, proses pembersihan, hingga pengolahan makanan.
“Aspek keamanan dan kualitas makanan menjadi perhatian utama kami. Seluruh tahapan diawasi langsung oleh ahli gizi, bagian akuntansi, asisten lapangan, dan manajemen. Kunci keberhasilannya ada pada kekompakan tim,” tegasnya.
Dengan kesiapan administrasi, sumber daya manusia, serta sistem pengelolaan yang telah dibangun, SPPG Palmturi Mawar Mojoroto diharapkan mampu menjadi simpul layanan gizi yang berkelanjutan. Kehadirannya tidak hanya menjawab kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan pemberdayaan warga di tingkat lokal.









