KEDIRI – Sebuah langkah baru tengah disiapkan SMAN 1 Kandat untuk memperkuat kualitas pendidikan dan melahirkan generasi unggul. Di bawah kepemimpinan pejabat baru Ana Dwi Sulistyowati selaku kepala sekolah, sekolah tersebut berkomitmen mengoptimalkan berbagai program inovasi, salah satunya Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Program SIKAP menjadi salah satu fondasi pengembangan sekolah berbasis lingkungan dengan mengubah ruang sekolah menjadi pusat pembelajaran yang produktif. Melalui pemanfaatan lahan sekolah, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata tentang ketahanan pangan, kemandirian, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi SMAN 1 Kandat, SIKAP bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih bermakna. Berbagai program yang telah berjalan kini mulai dievaluasi dan diperkuat agar memberikan manfaat lebih besar bagi peserta didik.
“Program unggulan kalau dari rencana saya akan mengoptimalkan apa yang sudah berjalan seperti smart class, program SIKAP itu akan dioptimalkan karena sudah berjalan, perlu ada yang dibenahi dan diperbaiki,” ujar Ana saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/7).
Selain memperkuat karakter dan kepedulian lingkungan, SMAN 1 Kandat juga terus menjaga komitmennya sebagai sekolah berwawasan lingkungan. Saat ini sekolah tersebut menyandang predikat Sekolah Adiwiyata dan tengah berproses menuju tingkat yang lebih tinggi.
Tak berhenti di sana, inovasi pembelajaran menjadi perhatian utama melalui pengembangan smart class dan kelas unggulan. Program tersebut dirancang untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih intensif bagi siswa kelas XI dan XII yang memiliki potensi akademik serta memenuhi kriteria tertentu.
Melalui konsep tersebut, siswa akan mendapatkan pendampingan khusus, mulai dari pengayaan materi, dukungan fasilitas, hingga suasana belajar yang lebih optimal secara akademik maupun psikologis.
“Dengan adanya smart class ini diharapkan kita bisa memberikan sesuatu yang lebih dari kelas reguler. Nantinya akan ada program-program unggulan seperti pengayaan dengan treatment baik secara akademik maupun sarana prasarana,” jelas Ana.
Golden Ticket untuk Pemburu Prestasi
Dalam upaya menjaring siswa berpotensi, SMAN 1 Kandat juga menghadirkan jalur Golden Ticket dalam penerimaan peserta didik baru. Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa dengan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.
Prestasi di bidang sains, mata pelajaran tertentu, hingga kemampuan nonakademik seperti lomba kitab suci menjadi bagian dari pertimbangan penerimaan melalui jalur tersebut.
Selama ini, SMAN 1 Kandat dikenal memiliki kekuatan besar dalam bidang nonakademik. Berbagai prestasi olahraga seperti renang, bulu tangkis, dan karate berhasil membawa nama sekolah hingga tingkat internasional.
Namun, penguatan prestasi akademik tetap menjadi target utama. Sekolah menyiapkan strategi pembinaan berkelanjutan sejak awal tahun ajaran hingga menghadapi berbagai kompetisi.
Dukungan fasilitas pun terus dikembangkan. SMAN 1 Kandat telah memiliki laboratorium pembelajaran yang memadai, sementara bidang olahraga didukung fasilitas seperti lapangan voli, basket, dan sepak bola. Meski demikian, sekolah masih memiliki rencana pengembangan fasilitas tambahan, termasuk kebutuhan kolam renang.
Untuk mempercepat peningkatan prestasi akademik, sekolah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dalam pembinaan siswa, khususnya menghadapi ajang bergengsi seperti Olimpiade Sains Nasional.
Dengan berbagai langkah tersebut, SMAN 1 Kandat optimistis mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin inovatif, berkarakter, dan berprestasi.
Sebuah perjalanan baru sedang dimulai—ketika sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk menanam harapan, membangun karakter, dan mencetak generasi masa depan.
Jurnalis: Yulita Dyah Kusumasari



