KEDIRI – Malam di Pasar Rakyat Kota Kediri, seolah menemukan iramanya sendiri. Di antara riuh warga, gemerlap panggung, dan ramainya stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), suara Silvy Kumalasari mengalun dan mengajak masyarakat larut dalam suasana penuh keceriaan.
Penyanyi Silvy Kumalasari tampil menghibur masyarakat pada Jumat malam (14/8). Kehadirannya menjadi salah satu magnet yang membuat kawasan Pasar Rakyat semakin dipadati warga dari sejumlah penjuru di Kediri dan sekitarnya.
Sekitar pukul 20.30 WIB, Silvy naik ke atas panggung. Sejak lagu pertama dimainkan, perhatian penonton pun tertuju kepadanya. Senyum, tepuk tangan, hingga gerakan tubuh mengikuti irama musik mewarnai penampilannya.
Malam itu, Silvy membawakan enam lagu. “Keong Racun” dipilih sebagai pembuka, menjadi tanda dimulainya pesta musik yang membuat suasana di sekitar panggung perlahan semakin hidup.
Alunan lagu demi lagu membuat penonton tidak sekadar berdiri menyaksikan. Ratusan warga pun ikut berjoget dan menikmati musik bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.
Penampilan Silvy berlangsung hingga sekitar pukul 21.07 WIB. Sebelum meninggalkan panggung, ia menutup penampilannya dengan lagu “Yang Penting Happy”.
Pilihan lagu tersebut seakan menjadi penutup yang tepat untuk malam itu. Penonton kembali diajak bergoyang, sementara suasana Pasar Rakyat semakin terasa semarak.
Yang menarik, kemeriahan tidak hanya datang dari kalangan anak muda. Penonton yang hadir berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua.
Sejumlah orang tua bahkan membawa serta anak-anak mereka menikmati pertunjukan. Ada yang berdiri bersama keluarga, ada pula yang menggendong buah hati sambil menyaksikan Silvy bernyanyi dari sekitar panggung.
Pemandangan tersebut membuat hiburan musik malam itu terasa seperti ruang bersama bagi warga. Musik menjadi penghubung berbagai generasi yang sama-sama ingin menikmati malam di tengah keramaian Pasar Rakyat.
Di sisi lain, geliat ekonomi masyarakat juga terus bergerak. Saat musik mengalun dari panggung, stan-stan UMKM di sekitar lokasi tetap ramai didatangi pengunjung.
Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli aneka makanan dan minuman yang tersedia. Keramaian penonton pun berjalan beriringan dengan aktivitas para pelaku UMKM.
Dengan begitu, Pasar Rakyat tidak hanya menjadi tempat warga mencari hiburan. Kawasan tersebut juga menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus tempat pelaku UMKM menawarkan produk mereka kepada pengunjung.
Kehadiran Silvy Kumalasari pada Jumat malam turut memperkuat atmosfer tersebut. Panggung hiburan, kerumunan warga, dan aktivitas UMKM berpadu menjadi satu pemandangan yang membuat malam di Pasar Rakyat Kota Kediri terasa lebih hidup.
Pasar Rakyat Kota Kediri sendiri dijadwalkan berakhir pada Sabtu (15/8). Sebelum gelaran tersebut benar-benar ditutup, kemeriahan malam Jumat menjadi salah satu momen yang membuat warga menikmati suasana hingga malam.
Ketika musik berhenti dan Silvy turun dari panggung, denyut Pasar Rakyat belum serta-merta padam. Pengunjung masih bergerak di antara stan UMKM, menikmati makanan dan minuman, serta menghabiskan waktu bersama keluarga.
Malam itu, Pasar Rakyat Kota Kediri bukan sekadar panggung pertunjukan. Ia menjadi pertemuan antara hiburan dan aktivitas ekonomi warga—tempat musik mengundang orang untuk bergoyang, sementara keramaian membuka ruang bagi UMKM untuk terus bergerak.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



