KEDIRI — Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, tengah diarahkan untuk mengembangkan potensi olahraga sebagai bagian dari penguatan sport tourism. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus Program Merata yang tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melihat potensi tersebut saat memimpin apel pagi sekaligus menyerahkan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kantor Kelurahan Bangsal, Senin (28/9). Kegiatan itu diikuti para lurah, camat, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda meminta seluruh jajaran pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan program yang telah memiliki perencanaan dan dukungan anggaran. Menurutnya, kegiatan yang sudah siap dilaksanakan tidak perlu ditunda, sementara kendala di lapangan harus segera dikoordinasikan.
“Jadi, yang belum dilaksanakan, sudah direncanakan, kemudian sudah siap anggarannya. Saya titip kepada Bapak Ibu untuk bisa dilaksanakan,” kata Vinanda.
Ia menegaskan Program Merata tidak semata-mata ditujukan untuk membangun sarana dan prasarana. Pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan, terutama warga yang memiliki kemampuan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
Karena itu, pemetaan terhadap latar belakang dan kompetensi masyarakat dinilai penting sebelum pengerjaan dimulai. Warga yang mempunyai pengalaman di bidang konstruksi, misalnya, dapat dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan di wilayahnya.
“Jadi, Program Merata, semua pembangunan di Bapak Ibu, tiap kelurahan yang mengerjakan adalah masyarakat, khususnya yang punya kompetensi,” ujarnya.
Menurut Vinanda, pola tersebut sekaligus dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat setempat. Keterlibatan warga juga memungkinkan pengawasan pembangunan dilakukan secara lebih dekat sehingga kualitas pekerjaan dapat diketahui langsung oleh masyarakat.
Selain meninjau pelaksanaan Program Merata, Vinanda juga menyerahkan santunan kepada tiga penerima manfaat program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program tersebut saat ini telah mencakup sekitar 13.000 pekerja rentan di Kota Kediri.
Cakupan penerima manfaat tersebut direncanakan bertambah setelah perubahan anggaran keuangan (PAK).
Setelah apel, Vinanda bersama jajaran Pemkot Kediri meninjau sejumlah fasilitas di Kelurahan Bangsal. Selain gedung perkantoran, terdapat fasilitas olahraga dan kawasan urban farming yang dikembangkan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Dari hasil peninjauan tersebut, fasilitas olahraga menjadi salah satu potensi yang mendapat perhatian. Sarana yang tersedia dinilai dapat dikembangkan tidak hanya sebagai tempat berolahraga bagi warga sekitar, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan sport tourism Kota Kediri.
“Luar biasa, Kelurahan Bangsal ini ternyata punya Sport tourism, artinya mewadahi masyarakat untuk bisa mengembangkan bidang olahraga,” ujar Vinanda.
Saat ini, sejumlah fasilitas olahraga telah tersedia di Bangsal, antara lain lapangan bulu tangkis, voli, dan sepak bola. Pemerintah kota mendorong fasilitas tersebut terus direvitalisasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh masyarakat dan komunitas olahraga dari wilayah lain di Kota Kediri.
Lurah Bangsal Bayu Puji Atmajaya mengatakan penguatan fasilitas olahraga menjadi salah satu fokus Program Merata di wilayahnya. Anggaran yang tersedia digunakan untuk meningkatkan fasilitas yang sebelumnya belum tersentuh pembangunan.
“Program Merata di Bangsal ini difokuskan untuk sport center, terutama. Alhamdulillah tahun ini baru cair sekitar Rp103 juta. Itu fokus untuk fasilitas olahraga di kelurahan,” kata Bayu.
Menurut dia, fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan secara lebih luas oleh masyarakat maupun klub-klub olahraga di Kota Kediri. Saat ini, lapangan bulu tangkis dan voli telah tersedia, sedangkan lapangan sepak bola masih dalam tahap pengerjaan.
Secara keseluruhan, Kelurahan Bangsal mendapatkan anggaran sekitar Rp350 juta melalui Program Merata. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp100 juta dialokasikan untuk kegiatan noninfrastruktur dan sekitar Rp250 juta untuk pembangunan infrastruktur.
Anggaran infrastruktur tersebut antara lain digunakan untuk perbaikan gedung, fasilitas pendidikan, serta drainase.
Bayu menyebut pelaksanaan Program Merata di Bangsal telah mencapai sekitar 70 persen. Namun, pekerjaan drainase masih menunggu pelaksanaan setelah PAK karena sebelumnya terdapat kendala dalam proses pengerjaannya.
“Untuk Program Merata sudah jalan 70 persen,” ujarnya.
Pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas olahraga juga melibatkan masyarakat. Tim yang terdiri atas karang taruna, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), RT, dan RW dilibatkan untuk menjaga agar fasilitas tetap terawat dan dapat digunakan masyarakat.
Sementara itu, pemanfaatan fasilitas olahraga dilakukan mengikuti ketentuan retribusi yang berlaku. Pendapatan dari penggunaan fasilitas tersebut selanjutnya menjadi bagian dari pendapatan asli daerah (PAD).
Pengembangan fasilitas olahraga di Bangsal dengan demikian diarahkan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah berharap sarana yang tersedia dapat terus dimanfaatkan warga dan komunitas olahraga sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan potensi olahraga di Kota Kediri.
Dengan penguatan fasilitas, pelibatan masyarakat, dan pengembangan potensi olahraga, Kelurahan Bangsal mulai diarahkan menjadi salah satu titik yang mendukung pengembangan sport tourism di Kota Kediri.
Jurnalis: Anisa Fadila



