Antisipasi “Kediri Gaul” Bikin Resah, Puluhan Polisi Disiagakan hingga Dini Hari

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Ketika malam mulai turun dan sebagian warga memilih menutup hari di rumah, sejumlah ruas jalan di Kota Kediri justru masih menjadi titik berkumpul kelompok remaja. Fenomena yang belakangan dikenal dengan istilah “Kediri Gaul” itu kembali menjadi perhatian aparat kepolisian.

Konvoi sepeda motor hingga aksi balap liar disebut masih muncul hampir setiap malam. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat sekaligus membahayakan keselamatan para remaja maupun pengguna jalan lainnya.

Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Polres Kediri Kota meningkatkan patroli dan penjagaan pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. Sekitar 40 personel disiapkan untuk menyisir sejumlah ruas jalan yang dianggap rawan menjadi titik berkumpul maupun lintasan konvoi.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengatakan, aktivitas kelompok remaja itu tidak hanya terjadi pada Jumat malam. Berdasarkan pemantauan polisi, kemunculannya berlangsung tidak menentu, meski Rabu dan Jumat malam menjadi waktu yang cukup sering digunakan untuk berkumpul.

“Mayoritas dilakukan Rabu malam dan Jumat malam,” ujar Iwan saat dikonfirmasi Jumat (14/8).

Karena itu, kepolisian memilih memperkuat langkah pencegahan. Personel siaga telah diterjunkan setiap malam sejak Senin untuk mengantisipasi pergerakan kelompok remaja tersebut.

Menurut Iwan, pendekatan yang dikedepankan bukan semata-mata penindakan, melainkan pencegahan sejak awal. Polisi akan memantau situasi, melakukan patroli bergerak, serta menyisir sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelompok remaja.

“Kita antisipasi preventif. Kita lihat situasi dan kondisi, penindakan akan dilakukan hati-hati agar tidak membahayakan,” katanya.

Strategi pengamanan juga dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah wilayah. Polisi akan mempersempit ruang gerak kelompok tersebut, termasuk dengan menempatkan anggota di kawasan sisi timur dan barat Sungai Brantas.

Pola pengamanan serupa sebelumnya diterapkan pada Rabu malam. Saat itu, polisi melakukan antisipasi di kawasan Jalan Ahmad Yani dan mengerahkan personel secara mobile untuk menyisir sejumlah ruas jalan lain.

Untuk Jumat malam, sekitar 40 personel kembali disiapkan. Mereka mulai bersiaga pada tengah malam ketika aktivitas kelompok remaja diperkirakan berpotensi meningkat.

“Malam ini ada sekitar 40 personel kita siagakan mulai jam 12 malam nanti,” jelas Iwan.

Fenomena “Kediri Gaul” sebelumnya juga menjadi perhatian Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto. Kapolres mengingatkan agar aktivitas anak-anak muda, terutama mereka yang masih berstatus pelajar, tidak berubah menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun berujung kecelakaan lalu lintas.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa jalan raya bukan ruang tanpa risiko. Di tengah deru kendaraan dan ramainya konvoi, keselamatan bisa terancam dalam hitungan detik.

Karena itu, polisi juga meminta orang tua mengambil peran lebih aktif dalam mengawasi kegiatan anak-anak mereka pada malam hari. Para pelajar diimbau sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB.

Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan potensi konvoi, balap liar, maupun aktivitas lain yang berisiko membahayakan remaja dan pengguna jalan.

Bagi kepolisian, mencegah kerumunan sebelum berubah menjadi persoalan merupakan pilihan utama. Sementara bagi keluarga, pengawasan dari rumah menjadi bagian penting agar malam yang seharusnya menjadi waktu beristirahat tidak berubah menjadi awal petaka di jalan raya.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan