Pesan Presiden Prabowo Menggema di Kediri, Pemkab Terjunkan Satgas Kawal Ketat Program MBG

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Semangat kemerdekaan menggema dari Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Jumat (14/8). Di tempat itu, jajaran pemerintah daerah, wakil rakyat, serta berbagai elemen masyarakat menyimak Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kediri tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD, para camat, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali menyalakan semangat perjuangan dan meneruskannya melalui pembangunan.

Menurut Murdi, penghormatan terhadap jasa para pahlawan harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera.

Berbagai program pembangunan, kata dia, terus didorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kediri.

“Mari kita satukan derap langkah dan semangat untuk membangun Kabupaten Kediri yang semakin sejahtera,” kata Murdi.

Pesan tersebut sejalan dengan garis besar Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah selama sekitar 21 bulan masa kepemimpinannya sekaligus arah pembangunan yang akan terus dilanjutkan.

Presiden menegaskan, pemerintah bekerja dengan menempatkan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat sebagai salah satu orientasi utama.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan kekayaan serta sumber daya Indonesia dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Kami bekerja untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat mulai diurai melalui kerja pemerintah yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Namun, pembangunan nasional tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah pusat. Dibutuhkan gotong royong seluruh unsur bangsa, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

Semangat kolaborasi itulah yang kemudian menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Pembangunan dipandang bukan sebagai pekerjaan satu pihak, melainkan perjalanan bersama yang membutuhkan keterlibatan dari berbagai lapisan masyarakat.

Harga Pupuk Turun, Produksi Pangan Jadi Sorotan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti sektor pangan yang menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Presiden menyebut harga pupuk berhasil ditekan sekitar 20 persen, sementara ketersediaannya mengalami peningkatan. Kondisi tersebut disebut turut mendorong produksi pangan nasional.

Pesan mengenai pangan menjadi bagian dari gambaran pemerintah dalam menjaga kepentingan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Bagi pemerintah daerah, kebijakan nasional tersebut menjadi bagian yang perlu diterjemahkan dalam program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat di daerah.

Pemkab Kediri Siapkan Satgas MBG di Setiap Kecamatan

Usai mengikuti pidato kenegaraan, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan Koperasi Desa Merah Putih serta pengawalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Khusus program MBG, Pemkab Kediri mengambil langkah pengawasan hingga tingkat kecamatan. Pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) di setiap kecamatan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada para pelajar aman dan layak dikonsumsi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik di lapangan.

Dewi menegaskan, pengawasan MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Seluruh unsur terkait perlu terlibat agar program yang menyasar pelajar tersebut dapat berjalan aman.

“MBG juga membentuk satgas di tiap kecamatan. Jangan sampai ada keracunan lagi. Jadi semua ikut bertanggung jawab mengawal bagaimana MBG itu benar-benar layak dikonsumsi oleh seluruh pelajar di Kabupaten Kediri,” ujar Dewi.

Bagi Kabupaten Kediri, momentum kemerdekaan akhirnya tidak berhenti pada peringatan sejarah. Dari ruang paripurna, semangat tersebut diterjemahkan menjadi komitmen untuk menyatukan langkah antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Di tengah derap pembangunan yang terus berjalan, pesan yang mengemuka sederhana: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang memastikan masa depan masyarakat dibangun dengan kerja bersama.

Jurnalis: Navima Aulya Sava