KEDIRI – Langkah awal AKBP Kresno Wisnu Putranto sebagai Kapolres Kediri Kota diwarnai dengan konsolidasi langsung ke sejumlah jajaran. Belum genap sebulan menduduki jabatan tersebut, ia memilih turun dari satu polsek ke polsek lainnya untuk memastikan kesiapan personel sekaligus membaca kondisi keamanan di lapangan.
Wilayah barat Sungai Brantas yang masuk Kabupaten Kediri menjadi salah satu titik yang dikunjungi. Mapolsek Semen, Tarokan, Grogol, Banyakan hingga Mojo didatangi.
Di hadapan anggota, AKBP Wisnu menekankan satu hal yang dianggap penting dalam menjaga keamanan: kepekaan.
Setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekecil apa pun, diminta tidak dibiarkan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Deteksi dini harus terus dilakukan. Apabila terdapat potensi kerawanan, segera laporkan sehingga Polres dapat mengambil langkah dan menyiagakan kekuatan yang diperlukan,” tegas AKBP Wisnu saat berkunjung ke Mapolsek Semen.
Bagi dia, persoalan yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan respons cepat. Karena itu, disiplin internal harus berjalan beriringan dengan kemampuan personel membaca situasi di wilayah masing-masing.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Bhabinkamtibmas. Polisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut diminta tidak sekadar menjalankan tugas secara formal, tetapi benar-benar membangun kedekatan dengan warga.
Sebab, dari kedekatan itulah berbagai persoalan dapat diketahui sebelum berubah menjadi gangguan yang lebih besar.
“Sekecil apa pun permasalahan dari masyarakat, harapan mereka adalah untuk ditanggapi. Dari situlah kepercayaan dan respect masyarakat kepada Polri akan tumbuh,” ujarnya.
Polisi Tidak Arogan
Di balik tuntutan kesiapsiagaan, AKBP Wisnu juga mengingatkan anggotanya mengenai etika dalam menjalankan tugas.
Ia meminta seluruh personel menghindari sikap arogan. Polisi, menurutnya, harus mampu menunjukkan kesederhanaan sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat.
“Jangan sekali-kali bersikap angkuh sebagai anggota Kepolisian. Tunjukkan kesederhanaan dan berikan contoh yang baik kepada masyarakat,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan kepolisian bukan semata terletak pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui sikap dan pelayanan sehari-hari.
Dalam setiap kunjungan, AKBP Wisnu tidak hanya memberikan arahan. Ia turut mengecek kesiapan sistem pengamanan markas komando (Sispam Mako) beserta sarana pendukungnya.
Ia meminta simulasi pengamanan dilakukan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap personel memahami peran masing-masing dan tidak gagap ketika menghadapi situasi kontinjensi.
Kunjungan dari polsek ke polsek itu menjadi bagian dari konsolidasi awal AKBP Wisnu setelah dipercaya memimpin Polres Kediri Kota.
Di tengah dinamika persoalan masyarakat yang bergerak cepat, ia ingin seluruh jajaran memiliki tiga modal utama: disiplin, kesiapsiagaan, dan kepekaan.
Pada akhirnya, keamanan tidak selalu dimulai dari sirene atau pengerahan kekuatan. Sering kali, ia berawal dari seorang anggota polisi yang mau mendengar keluhan warga, membaca tanda-tanda kerawanan, lalu bertindak sebelum masalah menjadi besar.



