KEDIRI – Politik tak semestinya hanya terdengar menjelang pemilu. Ia harus hadir di tengah warga, menyentuh kebutuhan sehari-hari, dan memberi jawaban atas perubahan zaman.
Pesan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kota Kediri 2026 di Aula DPD Partai Golkar Kota Kediri, Jumat (21/8).
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi menegaskan, Rakerda bukan sekadar forum konsolidasi. Pertemuan tersebut harus melahirkan kesamaan strategi dan arah gerak seluruh jajaran partai menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
“Rakerda ini harus bisa merumuskan strategi dan cara yang sama dari seluruh instrumen yang ada untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan kita semua sebagai Partai Golongan Karya,” kata Ali.
Di tengah konsolidasi itu, Golkar juga mendorong semakin lebarnya ruang bagi generasi muda dalam politik. Ali mencontohkan dukungan partainya terhadap Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati sebagai representasi keterlibatan anak muda dalam kepemimpinan daerah.
Bagi Vinanda, politik harus memiliki wajah yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia menilai kekuasaan semestinya berujung pada pelayanan, sementara pembangunan harus meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan warga.
“Politik harus mampu menghadirkan solusi, kekuasaan harus melakukan pelayanan, serta pembangunan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Vinanda.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan berbagai elemen, termasuk Partai Golkar, untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Benang merah itu kemudian ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja. Menurutnya, partai harus hadir bukan hanya di ruang politik, tetapi juga di ruang-ruang kehidupan warga.
“Partai Golkar harus hadir di setiap sudut kehidupan sosial masyarakat. Di posyandu, di kelompok tani, di UMKM, di komunitas pemuda, dan kelompok-kelompok masyarakat,” tegas Sudjono.
Ia mendorong kader agar tidak terjebak pada pola lama. Perubahan kebutuhan masyarakat, kata Sudjono, harus diikuti dengan gagasan dan program yang adaptif.
Mulai ekonomi digital, pemberdayaan anak muda, penguatan peran perempuan hingga pembangunan berkelanjutan dinilai menjadi isu yang perlu mendapat perhatian.
“Rakerda ini harus menghasilkan gagasan dan program yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Pada akhirnya, Rakerda diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi. Ia harus menjadi titik tolak bagi kader untuk bergerak lebih dekat dengan masyarakat—jauh sebelum panggung pemilu kembali menyala.
Dengan kerja nyata dan konsolidasi yang solid, Golkar Kota Kediri ingin memastikan kehadiran partai tidak bersifat musiman, melainkan terus tumbuh bersama masyarakat.
Jurnalis: Anisa Fadila



