KEDIRI – Upaya percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kediri mendapat berbagai apresiasi dari sejumlah pihak. Hal ini tidak lepas dari kerja keras Dandim 0809 Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., dalam menjalankan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi tersebut.
Salah satu tokoh LSM di Kediri, Supriyo, mengaku terkesan dengan laporan perkembangan pembangunan KDMP yang dinilai cukup baik.
“Kami cukup kaget karena report-nya sangat bagus. Ini menginspirasi kami di Kota Kediri. Tadi malam saya juga sudah berpamitan dan mendapat restu dari Dandim untuk membantu agar KDMP di Kota Kediri bisa segera terealisasi dengan baik,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dandim 0809 Kediri membenarkan bahwa pihaknya memang mendapat tugas khusus untuk mempercepat pembangunan fasilitas fisik KDMP di wilayahnya.
“Kodim melaksanakan percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih. Akselerasi ini merupakan perintah langsung, di mana TNI ditugaskan untuk membangun sarana fisiknya,” jelasnya.
Kualitas Bangunan Diragukan

Meski demikian, redaksi juga menerima aduan masyarakat terkait kualitas bangunan KDMP yang diduga belum sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem. Bangunan tersebut bahkan sempat digunakan sebagai lokasi zoom meeting Dandim bersama Forkopimda Kediri.
Namun, menurut salah satu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut, kondisi bangunan dinilai masih kurang rapi.
“Bangunannya terlihat kurang rapi, pemasangan atap tidak lurus dan lantainya juga tidak rata,” ungkapnya.
Selain itu, pembangunan KDMP lainnya yang berada di Desa Ngasem juga masih dalam tahap pengerjaan. Kualitas konstruksi bangunan di lokasi tersebut juga mulai dipertanyakan, terutama terkait kekuatan struktur bangunan yang dinilai masih memiliki sejumlah kekurangan, sementara target penyelesaiannya ditetapkan sebelum Lebaran.
Sementara itu, Aris, selaku mandor proyek, menjelaskan bahwa pembangunan KDMP tersebut dikerjakan oleh kontraktor bernama Dion yang menangani beberapa titik pembangunan koperasi.
“Untuk pemborongnya Pak Dion. Beliau memegang beberapa titik pembangunan KDMP. Terkait bahan, semuanya sudah sesuai dengan spesifikasi gambar bangunan dan mengikuti standar yang ditentukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan KDMP di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 60 persen.
“Proyek ini mulai dikerjakan sejak akhir November. Targetnya selesai sebelum Lebaran. Kendala yang kami hadapi terutama faktor hujan serta kondisi tanah urugan,” pungkasnya.
Terkait Dion disebut oleh mandor, sebagai pemborong sejumlah proyek KDMP di Kediri dan dikabarkan memiliki hubungan kedekatan dengan pejabat tinggi TNI. Hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi melalui telepon seluler-nya. Berusaha dihubungi maupun melalui pesan, belum mendapatkan tanggapan dari bersangkutan.



