Diskon Besar dan Buku Rp10 Ribuan, Festival Literasi Kediri Jadi Magnet Pecinta Buku

KEDIRI – Bazar Out of The Book (OOTB) atau Gudang Buku Keliling yang digelar dalam rangka Festival Literasi Kota Kediri di GOR Jayabaya menjadi magnet bagi masyarakat. Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk berburu buku murah dengan harga mulai Rp10 ribu, Sabtu (27/6).

Beragam koleksi buku dari berbagai genre ditawarkan dengan potongan harga hingga 60 persen. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan promo paket bundling yang membuat harga buku semakin terjangkau.

Manager Wilayah Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur OOTB, Iswati, mengatakan bazar tersebut merupakan agenda tahunan yang tahun ini berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kediri sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kediri.

“Selain diskon hingga 60 persen, kami juga menyediakan paket bundling serta buku obral dengan harga mulai Rp10.000,” ujar Iswati.

Ia mengungkapkan, jutaan buku dari berbagai kategori dibawa dalam bazar tersebut. Hingga hari pelaksanaan, sekitar 5.000 pengunjung tercatat telah mendatangi lokasi, dengan buku anak menjadi kategori yang paling banyak diminati.

Menurut Iswati, penyelenggaraan bazar buku murah diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Di tengah tantangan meningkatnya penggunaan perangkat digital, kemudahan memperoleh buku dinilai menjadi salah satu langkah untuk mendorong budaya literasi.

Antusiasme juga datang dari para orang tua. Salah satunya, Anis Lailatun, yang sengaja mengajak anaknya berburu buku sebagai upaya menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini.

“Anak-anak sekarang tentu lebih memilih gadget. Karena itu mereka harus dikenalkan dengan buku sejak kecil agar minat bacanya tumbuh,” katanya.

Anis menilai bazar buku murah menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan bacaan berkualitas dengan harga terjangkau. Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan lebih banyak program serupa, bahkan memberikan subsidi buku agar akses masyarakat terhadap bahan bacaan semakin luas dan budaya literasi terus berkembang.

Jurnalis: Navima Aulya Sava